Post Publication Discussion
Jurnal JTEB menyambut baik diskusi pasca-publikasi sebagai bagian dari komitmennya untuk memajukan komunikasi ilmiah, transparansi, dan pengembangan pengetahuan ilmiah secara berkelanjutan.
Pembaca, peneliti, dan anggota komunitas akademik lainnya dapat mengajukan komentar, pertanyaan, kritik, atau tanggapan ilmiah terkait artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal ini. Kontribusi tersebut harus relevan secara ilmiah, bersifat membangun, berbasis bukti, serta disampaikan dengan cara yang sopan dan profesional.
Semua komentar pasca-publikasi harus disampaikan kepada kantor redaksi melalui saluran komunikasi resmi yang disediakan oleh jurnal. Pengajuan harus mengidentifikasi dengan jelas artikel yang dibahas, mencakup judul, penulis, tahun terbit, serta DOI atau URL artikel (jika tersedia). Kontributor wajib mencantumkan nama, afiliasi institusi, dan penjelasan yang jelas mengenai pokok bahasan yang diangkat, disertai dengan bukti atau referensi yang relevan jika diperlukan.
Tim redaksi akan mengevaluasi komentar yang masuk berdasarkan relevansi, nilai akademik, akurasi faktual, kepatuhan etika, serta kesesuaian dengan kebijakan editorial jurnal. Jurnal dapat mengundang penulis asli untuk menanggapi komentar yang bersifat substantif jika dianggap perlu. Setiap tanggapan dari penulis asli akan melalui peninjauan redaksi sebelum dipublikasikan.
Komentar dan tanggapan dapat dipublikasikan di situs web jurnal atau melalui format komunikasi ilmiah lain yang sesuai, dengan persetujuan redaksi. Jurnal berhak meminta revisi atau menolak komentar yang dianggap tidak relevan, tidak didukung oleh bukti, bersifat mencemarkan nama baik, kasar, atau tidak sejalan dengan etika publikasi.
Jika komentar pasca-publikasi mengangkat kekhawatiran yang kredibel mengenai validitas, reliabilitas, atau integritas etis suatu artikel yang telah diterbitkan, tim redaksi akan melakukan investigasi sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal dan pedoman penerbitan ilmiah yang berlaku. Jika diperlukan, jurnal dapat menerbitkan koreksi, pernyataan keprihatinan editorial (editorial expression of concern), atau penarikan artikel (retraction), bergantung pada hasil investigasi tersebut.





