Integrasi Kurikulum Sekolah Dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mencegah Sikap Intoleransi Pada Peserta Didik Era Post-truth
DOI:
https://doi.org/10.24269/jpk.v11i2.13621Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum sekolah sebagai strategi pencegahan sikap intoleransi peserta didik di era post-truth, dengan studi kasus di SMP Katolik Santa Maria II Malang. Era post-truth yang sarat hoaks dan disinformasi melalui media digital berpotensi membentuk sikap intoleran, sehingga pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membekali siswa dengan nilai toleransi dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk mengeksplorasi implementasi kurikulum dan peran guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam kurikulum formal dan kegiatan non-formal, seperti ekstrakurikuler dan program penguatan karakter, dan Budaya sekolah efektif membentuk sikap toleran siswa. Penerapan Kurikulum Merdeka dan literasi digital turut memperkuat ketahanan siswa terhadap disinformasi. Guru memainkan peran sentral sebagai fasilitator dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kesimpulannya, integrasi kontekstual dan interdisipliner Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum sekolah terbukti efektif dalam mencegah sikap intoleransi di kalangan peserta didik
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yulius Rustan Effendi, Didik Iswahyudi, Elisabeth Djo Io Wea

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

berada dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






