Implementasi penguatan pendidikan karakter untuk mengembangkan kecerdasan moral di Sekolah Menengah Atas
DOI:
https://doi.org/10.24269/jpk.v4i3.2110Abstrak
Penelitian ini berupaya mendeskripsikan implementasi penguatan pendidikan karakter di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Nur Hidayah, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan menggunakan pendekatan penelitian analisis kualitatif deskriptif  studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, dan FGD untuk memperoleh data. Analisis data melalui tahapan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Sedangkan analisis implementasi metode penguatan pendidikan karakter untuk pengembangan moral peserta didik menggunakan pendekatan moral knowing, moral feeling, dan moral action/ behavior. Subyek yang diteliti adalah peserta didik, pendidik, dan pimpinan Sekolah. Ada sebelas metode penguatan karakter diantaranya pengajaran di dalam kelas, outing class, penugasan, konseling, tsaqafah, berorganisasi, mentoring, pramuka, pengontrolan, habituasi, keteladanan, hukuman dan penghargaan. Dampak dari metode penguatan pendidikan karakter ini terinternalisasinya kecerdasan moral pada siswa berupa nilai-nilai religius, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Dengan demikian metode penguatan pendidikan karakter ini dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah menengah atas di Indonesia.
Implementation of strengthening character education to develop moral intelligence in High School. The present study seeks to describe the implementation of the method of character education enhancement in Nur Hidayah Integrated Islamic Senior High School of Sukoharjo city of Central Java province of Indonesia. It applied descriptive qualitative approach using analytical case study. This research uses interview, observation, document study, and FGD techniques to obtain data. Data analysis through the stages of data reduction, data display, and conclusions. While the analysis of the implementation of the method of strengthening character education for the moral development of students uses the approach of moral knowing, moral feeling, and moral action / behavior. Subjects studied were students, educators, and school leaders.There were eleven methods of character enhancement; classroom instruction, outing class, assignation, counseling, civilizing, organizing, mentoring, controlling, habituation, exemplar, as well as punishment and reward. The impact of the methods of character education enhancement involved the internalization of moral intelligence of students. Therefore, such methods can be implemented in senior high schools
Unduhan
Referensi
Davis, M. (2003). What’s Wrong with Character Education? American Journal of Education, 110(1), pp: 32-57.
Dewantara, KH. (1962). Karja Ki Hadjar Dewantara. Jogjakarta: Madjelis Luhur Persatuan Taman Siswa
Efianingrum, A. (2007). Kultur Sekolah yang Kondusifbagi Pengembangan Moral Siswa, Dinamika Pendidikan, 1(15), pp: 45-59
Lickona, T. (1992). Educating For Character: How Our Schools can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books
Marzuki (2012). Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah, Jurnal Pendidikan Karakter, 2(1), pp: 33-44.
Megawangi, R. (2004). Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Bogor: Indonesia Heritage Foundation
Muchtarom, Moh., Budimansyah, D., Suryadi A. (2016). The Implementation of Integrated Education to Develop the Intact Personality of Students, Journal of The New Educational Review, 43(1), pp: 147-156,
Muchtarom, Moh. (2017). Pendidikan Karakter Bagi Warga Negara Sebagai Upaya Mengembangkan Good Citizen. Jurnal PKn Progresif, 12(1), pp: 543-552. doi: 10.15804/tner.2016.43.1.12
Mulyana, R., dkk (penyunting). Cakrawala Pendidikan Umum: Suatu Upaya Mempertegas Body of Knowledge. Bandung: IMA-PU
Nuriyanto, LK. (2015). Pengaruh Implementasi Pendidikan Agama Terhadap Perilaku Keagamaan Peserta Didik SMA di Bawah Yayasan Keagamaan, Jurnal Edukasi, 13(3), pp. 407-421. doi: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v13i3.249
Nusanti, I. (2014). Strategi Service Learning Sebuah Kajian untuk Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(2). pp: 251-260
Pemerintah RI. (2010). Desain Induk Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025. Jakarta: Pemerintah RI
Phenix, P.H. (1964). Realm of Meaning (a Philosophy of the Curriculum for General Education). New York: McGraw-Hill Book Company
Qaradhawy, Y. (1995). Karakteristik Islam Kajian Analitik. Surabaya: Risalah Gusti
Safitri, NM. (2015). Implementasi Pendidikan Karakter melalui Kultur
Sekolah di SMP N 14 Yogyakarta, Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2), pp: 173-183
Samrin (2012). Pendidikan Karakter (Sebuah Pendekatan Nilai), Jurnal Al-Ta’dib, 9(1), pp: 120-143
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

berada dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






