Pendidikan Karakter Pancawaluya: Integrasi Nilai-Nilai Budaya Sunda dalam Penguatan Generasi Unggul di Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.24269/jpk.v11i1.12851Abstrak
Degradasi moral dan krisis karakter di kalangan peserta didik menjadi tantangan serius dalam sistem pendidikan Indonesia kontemporer. Fenomena kekerasan di lingkungan sekolah, intoleransi, dan menurunnya empati sosial menunjukkan urgensi penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Merespons tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengembangkan Program Pendidikan Karakter Pancawaluya sebagai model pembinaan karakter yang kontekstual, membumi, dan berakar pada nilai-nilai budaya Sunda. Artikel ini mengkaji implementasi Pendidikan Karakter Pancawaluya sebagai model pembinaan karakter berbasis nilai-nilai budaya Sunda di Jawa Barat. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis Pancawaluya yang diintegrasikan ke dalam lima nilai inti: Cageur (sehat jasmani-rohani), Bageur (berakhlak mulia), Bener (jujur dan bertanggung jawab), Pinter (cerdas dan bijaksana), dan Singer (kreatif dan inovatif). Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Karakter Pancawaluya merepresentasikan model inovatif pembinaan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Sunda dengan kerangka kompetensi global, menawarkan solusi kontekstual terhadap krisis karakter yang dihadapi generasi muda Indonesia. Melalui lima nilai inti “Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer” Pancawaluya membentuk profil Manusa Waluya, yaitu manusia paripurna yang seimbang secara jasmani, rohani, intelektual, sosial, dan spiritual. Selain itu Pancawaluya memiliki koherensi kuat dengan kerangka kompetensi global Inner Development Goals (IDGs) dan Empat Pilar Pendidikan UNESCO, sekaligus mempertahankan identitas budaya lokal melalui prinsip silih asih, silih asah, silih asuh. Implementasi Pancawaluya melalui strategi lingkup satuan pendidikan, kelas, dan kemitraan keluarga-masyarakat menunjukkan potensi signifikan dalam membentuk “Manusa Waluya” generasi yang paripurna, berkarakter, dan berdaya saing global dengan tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Sunda.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fitri Silvia Sofyan, Dadang Sundawa, Urwatul Wutsqah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

berada dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






