Bahasa dan Ekspresi Politik (Studi Critical Discourse Analysis terhadap Akun Instagram Satir @Nurhadi_Aldo)

Nunik Hariyanti* -  Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
Senja Yustitia -  Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia

DOI : 10.24269/ars.v8i1.2267

Reforms bring consequences of freedom in political, contending, and media freedom. In the freedom of media, the presence of new media is dynamic in the process of delivering messages and opinions, especially in the realm of democracy. Black issues, polarisation supporters until identity politics also coloring the Indonesian elections in Indonesia in 2019, until finally, the figure @nurhadi_aldo emerged as the presidential candidate version of the Cyber Society. This research discusses text analysis in a discourse, according to Fairclough, the presence of text is a representation of the understanding of the creator, and this is open to interpretation. The purpose of this study describes the use of sexuality and satire language as a form of political expression in Indonesia, especially those that appear on the Nurhadi - Aldo Instagram account (@nurhadi_aldo). There are three stages to analyzing discourse based on Norman Fairclough's critical discourse analysis theory, namely representation, relation, and identity. The research results show that the language of sexuality and satire used by @nurhadi_aldo is a form of honesty expression to criticize the loss of the essence of an election contestation in Indonesia. Then found bizarre disclosure techniques, hyperbola, contrast, and unexpected techniques of logic use as an attempt to criticize the political phenomenon with @nurhadi_aldo.
Keywords
Critical Discourse Analysis; Sexual Languages; Political Expression; Election; @nurhadi_aldo;
  1. Achdian, A. (2019, Januari 8). Tirto. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/coblos-koalisi-tronjal-tronjol-karena-dildo-adalah-kita-ddGp
  2. Arianto, B. (2016). Menakar Peran Relawan Politik Pasca Kontestasi Presidensial 2014. JurnalIlmu Sosial dan Ilmu Politik, 58-59.
  3. BBC. (2019, Januari 8). BBC Indonesia. Retrieved from BBC.com: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46783730
  4. Bungin, B. (2011). Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  5. Cholifah, Y. W., & Adrianto, A. E. (2019). Kuasa, Tubuh, dan Tanda dalam Meme Politik Pasangan Fiktif Nurhadi-Aldo pada Pilpress 2019. MediaTor, 61-70.
  6. Eriyanto. (2001). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media . Yogyakarta: LkiS.
  7. Eriyanto. (2012). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
  8. Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. United Kingdom: Polity Press.
  9. Fauzan, U. (2014). Analisis Wacana Kritis dari Model Fairclough Hingga Mills. Jurnal Pendidik.
  10. Fikrie, M. (2019, Januari 17). Beritagar.id. Retrieved from Beritagar.id: https://beritagar.id/artikel/laporan-khas/cerita-di-balik-kampanye-satire-nurhadi-aldo
  11. Fikrie, M. (2019, Januari 19). Beritagar.id. Retrieved from Beritagar.id: https://beritagar.id/artikel/berita/tim-sukses-dildo-edwin-saya-buzzer-rakyat
  12. Fuchs, C. (2017). Social Media A Critical Introduction. London: Sage.
  13. Herdiansah, A. G. (2017). Politisasi Identitas Dalam Kompetisi Pemilu di Indonesia Pasca 2014. Jurnal Bawaslu, 169-183.
  14. Herdiansah, A. G., Junaidi, & Ismiati, H. (2017). PEMBELAHAN IDEOLOGI, KONTESTASI PEMILU, DAN PERSEPSI ANCAMAN KEAMANAN NASIONAL: SPEKTRUM POLITIK INDONESIA PASCA 2014? Jurnal Wacana Politik, 61-73.
  15. Ibrahim, A. S. (2009). Metode Analisis Teks dan Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  16. Jayani, D. H. (2019, Juni 14). databoks. Retrieved from databoks: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/06/14/media-sosial-meningkatkan-polarisasi-politik-di-indonesia
  17. Latif, Y., & Ibrahim, I. S. (1996). Bahasa dan Kekuasaan Politik Wacana di Panggung Orde Baru. Bandung: Mizan.
  18. McQuail, D. (2005). Mass Communication Theory, Fifth Edition. London: Sage Publications
  19. Milani, T. M. (2017). Language and Sexuality. New York: Oxford University Press.
  20. Nasrullah, R. (2016). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
  21. Nurita, D. (2018, Desember 7). Pilpres. Retrieved from Tempo: https://pilpres.tempo.co/read/1153072/survei-jokowi-terlibat-percakapan-sensasi-prabowo-nihil-program/full&view=ok
  22. Pawestri, T. (2019, Januari 9). BBC. Retrieved from BBC Indonesia: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46791722
  23. Prajarto, N. (2006). New Media dan Demokrasi: Menimbang Peluang. Jurnal Sosial dan Ilmu Politik, 369-382.
  24. Prasetyo, I. J. (2016). Pengaruh Pemberitaan Media Massa Terhadap Kredibilitas Pemimpin Simbolik Keagamaan. Jurnal Komunikasi, 159-169.
  25. Rahardi, K. (2009). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Erlangga.
  26. Rahmiati, D. (2011). SATIRE POLITIK DALAM LAGU "ANDAI KU GAYUS TAMBUNAN". Interaktif:Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial.
  27. Ramadhan, M. F., & Masykuri, R. (2018). Religious Issues Marketing in Indonesia Local Election 2015-2018. Jurnal Penelitian Politik, 258.
  28. Retnawati, E., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2015). Pengatuh Media Massa dan Sikap Politik terhadap Patrtisipasi Politik Siswa dalam Pemilu. Jurnal Kultur Demokrasi, 1-12.
  29. Rohmadi, M., Sugiri, E., & Nugraheni, A. S. (2014). Belajar Bahasa Indonesia. Surakarta: Cakrawala Media.
  30. Setiawan, R. (2019, Januari 14). tirto.id. Retrieved from tirto.id: https://tirto.id/pendukung-jokowi-berlebihan-jika-anggap-nurhadi-aldo-bikin-golput-deoj
  31. Subiakto, H., & Ida, R. (2012). Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  32. Suhendra, A. (2014). SENJATA BARU DALAM RUANG POLITIK : Konstruksi Sosial Penggunaan Jejaring Sosial Online dalam Pemilihan Kepada Daerah DKI Jakarta 2012. Jurnal Sejarah dan Budaya, 1-12.
  33. Syahputra, I. (2017). Demokrasi Virtual dan Perang Siber di Media Sosial : Perspektif Netizen Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 457-475.
  34. VoxpopIndonesia. (2019, januari 4). Voxpop. Retrieved from voxpop.id: https://voxpop.id/bincang-bincang-maha-asyik-dengan-kubu-dildo-biar-netizen-mcqueen-yaqueen/
  35. Wadipalapa, R. P. (2015). Meme Culture & Komedia-Satire Politik: Kontestasi Pemilu Presiden dalam Media Baru. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1-18.
  36. Yustriani, L. (2019, April 4). Tirto. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/pemilu-2019-polarisasi-medsos-atau-ideologis-dkUq

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-12-31
Published: 2020-01-01
Section: Artikel
Article Statistics: 261 340
Citation :