Menjawab Kendala Perpustakaan Dengan Implementasi Knowledge Management

Muhammad Rifky Nurpratama* -  Alumni S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Unair Mahasiswa S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan, UGM, Indonesia

DOI : 10.24269/pls.v2i1.958

Seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan memiliki kendala untuk berkembang. Dimulai dari mainset buruk masyarakat terhadap perpustakaan, hingga ketidaksiapan internal untuk maju, bahkan ditambah dengan hadirnya internet yang semakin menggantikan perpustakaan sebagai tempat sumber informasi. Maka dari itu, knowledge management dapat dijadikan solusi karena pada dasarnya knowledge management diterapkan untuk mengatasi ketidaksiapan atau permasalahan internal, yang fungsi dan manfaatnya tidak hanya bagi perbaikan internal dengan menangkap pengetahuan yang tersimpan oleh karyawan serta juga bagi eksternal, sebagai pemicu ide atas masalah yang dihadapi. Langkah yang dapat ditempuh dalam knowledge management untuk mengatasi kendala di perpustakaan yaitu, pertama adalah people, dengan menyamakan persepsi dan memberikan kesempatan serta visibilitas kepada pustakawan untuk berkontribusi dalam aktifitas manajerial. Kedua, adalah process dengan menjalankan aktifitas knowledge sharing, namun perlu dilengkapi dengan langkah konkrit seperti penjadwalan, topik bahasan dan output yang akan dihasilkan. Ketiga, adalah technology dengan membentuk ruang diskusi online yang dinamakan portal knowledge management dalam lingkup internal dan hanya dapat diakses dalam lingkup intranet.

Kata Kunci: kendala perpustakaan, manajemen pengetahuan, berbagi pengetahuan

Keywords
Knowledge Management
  1. Bhojaraju, G. 2005. Knowledge management: Why do we need it for corporates. Malaysian Journal of Library and Information Science, 10(2), 37–50.
  2. Blackman, D. A., & Henderson, S. 2005. Know ways in knowledge management. The Learning Organization, 12(2), 152–168. https://doi.org/10.1108/09696470510583539
  3. Ermine, J. L. 2010. Introduction to knowledge management. Trends in enterprise knowledge management, 21–43.
  4. Fertalj, K. 2005. Challenge of knowledge management : From theory to practice, 2005, 204–210.
  5. Ju, Dehua., & Shen, Beijun. 2015. Library as knowledge ecosystem. Library Management, 36(4/5), 329–339.
  6. Marouf, L. 2017. Are academic libraries ready for knowledge management? The electronic library, 35(1).
  7. Muttaqien, A. 2014. Membangun perpustakaan berbasis konsep knowledge management : transformasi menuju research college dan perguruan tinggi berkualitas internasional. Knowledge management, 1–20.
  8. Nawawi, Ismail. 2012. Manajemen pengetahuan (knowledge management). Bogor : Ghalia Indonesia.
  9. Nurpratama, M. R. 2015. Pengaruh Knowledge management Terhadap Kinerja Karyawan. (skripsi). Universitas Airlangga. Retrieved from http://lib.unair.ac.id
  10. Parker, K. R., Nitse, P. S., & Flowers, K. A. 2005. Libraries as knowledge management centers. Library management, 26, 176–189.
  11. Rodin, R., & Lebong, R. 2013. Penerapan knowledge management di perpustakaan (Studi kasus di perpustakaan STAIN Curup), 35–46.
  12. Sangkala. 2007. Knowledge management. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
  13. Setiarso, B. 2006. Manajemen pengetahuan (knowledge management) dan proses penciptaan pengetahuan, 1–14.
  14. Setiarso, B. 2006. Berbagi pengetahuan : Siapa yang mengelola pengetahuan?, 1–13.
  15. Setiarso, B. 2007. Teori , pengembangan dan model "organizational knowledge management systems (okms)", 1–12.
  16. Tobing, Paul L. 2007. Knowledge management : Konsep, Arsitektur dan Implementasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
  17. Vasconcelos, A. C. 2008. Dilemmas in knowledge management. Library management, 422–443

Full Text:
Article Info
Submitted: 2018-05-07
Published: 2018-05-29
Section: Articles
Article Statistics: 278 1007
Citation :