QUALITATIVE STUDY OF IUD CONTRACEPTION SELECTION IN COUPLES OF REPRODUCTIVE AGE IN TUBBI TARAMANU HEALTH CENTER
DOI:
https://doi.org/10.24269/ijhs.v7i2.6735Abstract
Downloads
References
[2] Presiden RI, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga. 2014.
[3] H. Hartanto, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, 4th ed. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2017.
[4] N. S. Mulyani and M. Rinawati, Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. Yogyakarta: Nuha Medika, 2013.
[5] S. Agustin, “Beragam Manfaat dan Kelebihan Kontrasepsi IUD,†Alodokter, 2018. https://www.alodokter.com/beragam-manfaat-dan-kelebihan-kontrasepsi-iud (accessed Feb. 04, 2021).
[6] Kemenkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual. 2014.
[7] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Data KB Kecamatan Tubbi Taramanu. Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Polewali Mandar: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, 2021.
[8] R. M. Sudirman and R. Herdiana, “Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2020,†J. Nurs. Pract. Educ., vol. 1, no. 1, pp. 21–29, 2020.
[9] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, 5th ed. Jakarta: Rineka Cipta, 2015.
[10] S. Mulyaningsih and S. Sariyati, “Analsis Tingkat Pengetahuan Akseptor KB Tentang Alat Kontrasepsi di Puskesmas Sedayu I Tahun 2014,†JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indones. J. Nurs. Midwifery), vol. 2, no. 2, pp. 71–75, 2016, doi: 10.21927/jnki.2014.2 (2).71-75.
[11] Kemenkes RI, Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga, 2020.
[12] Y. Kadarisman and S. Muthiah, “Respon Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap Program Keluarga Berencana (KB) di Desa Tanjung Belit Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis,†Riau University, 2014.
[13] D. Lestari, “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Ibu dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik di Wilayah Puskesmas Bandarharjo Semarang,†Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2022.
[14] B. R. Etnis, S. P. Hastono, and S. Widodo, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2016,†Glob. Heal. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 103–114, 2018, doi: 10.33846/ghs.v3i1.301.
[15] S. Notoatmodjo, Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2014.
[16] R. Rilyani, P. Riska Hediya, and L. Desy, “Pengaruh Penyuluhan Penggunaan IUD dengan Pengetahuan Ibu dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD),†Holistik J. Kesehat., vol. 13, no. 1, pp. 48–55, 2019.
[17] L. Nasution, “Gambaran Pengetahuan Ibu PUS tentang Pemakaian Alat Kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) di Puskesmas Batunadua Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021,†Universitas Aufa Royhan, 2022.
[18] R. A. Kusumaningrum, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Memilih Metode Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) Di Desa Pucangan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo,†Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013.
[19] Y. Novita, N. Qurniasih, N. A. Fauziah, and A. R. Pratiwi, “Hubungan Dukungan Suami dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) pada WUS di Desa Wates Selatan Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2020,†J. Matern. Aisyah (Jaman Aisyah), vol. 1, no. 3, pp. 172–181, 2020.
[20] A. Rizki, R. Winangsih, and P. A. Praceka, “Peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Kecamatan Kasemen, Kota Serang (Studi Kasus pada Penyuluh KB dalam kegiatan Penyuluhan dan Konseling),†Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2015.
[21] K. E. Linadi, “Dukungan Suami Mendorong Keikutsertaan PAP Smear Pasangan Usia Subur (PUS) di Perumahan Pucang Gading Semarang,†Indones. J. Reprod. Heal., vol. 4, no. 2, pp. 61–71, 2013, doi: 10.22435/kespro.v4i2 Ags.3904.61 - 71.
[22] L. D. Nur’aini, “Gambaran Tingkat Kecemasan Istri terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik, IUD, dan Implant,†IAIN Ponorogo, 2022.
[23] S. Nurmaliza and Y. I. Dewi, “Peran Suami dalam Keikutsertaan Istri dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi Pada Masa Kebiasaan Baru,†Heal. Care J. Kesehat., vol. 11, no. 2, pp. 335–346, 2022, doi: 10.36763/healthcare.v11i2.191.
[24] Rahmawati, “Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny ‘M’ Masa Hamil Sampai dengan Keluarga Berencana di Pustu Pajalesang Kota Palopo 2020,†Universitas Muhammadiyah Palopo, 2020.
[25] S. Wahyuni, “Deteksi Kegawatdaruratan Maternal,†in Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal, Padang: Get Press, 2022, pp. 18–46.
[26] F. R. Makarim, “Kenali Efek Samping Umum Pemakaian Kontrasepsi IUD,†www.halodoc.com, 2023. https://www.halodoc.com/artikel/kenali-efek-samping-umum-pemakaian-kontrasepsi-iud (accessed Aug. 28, 2023).
[27] S. E. Wijono, “Pentingnya Minum Obat Penambah Darah Saat Menstruasi,†www.klikdokter.com, 2022. https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-wanita/pentingnya-minum-obat-penambah-darah-saat-menstruasi (accessed Aug. 28, 2023).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) agree to the following terms:
1. Copyright and License
The copyright of articles published in the Indonesian Journal for Health Sciences is transferred to and held by the journal/publisher. Authors agree to transfer the copyright of their accepted articles to the Indonesian Journal for Health Sciences. All published articles are distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license. This license allows others to share, adapt, and build upon the work in any medium or format, including for commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the original source and that any derivative works are distributed under the same license..
2. Author Rights
Authors are permitted and encouraged to share their work online (e.g., in institutional repositories, personal websites, or academic networking platforms) before and during the submission process, as this can lead to productive academic exchanges and increased citation of the published work. Authors may archive the pre-print, post-print, or publisher’s PDF version of their article with an acknowledgment of its initial publication in Indonesian Journal for Health Sciences.
3. Copyright Transfer Agreement
Indonesian Journal for Health Sciences requires authors to complete and sign a formal Copyright Transfer Agreement (CTA) form before publication. The form confirms that the submitted work is original, has not been published elsewhere, and that all authors agree to transfer the publication rights to the journal for the purpose of dissemination and indexing.
The form can be downloaded here

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


