ANALISA KOROSI ATMOSFERIK BAJA KARBON RENDAH DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN

affandi affandi* -  universitas muhammadiyah sumatera utara, Indonesia
Syifaul Huzni -  Jurusan Teknik Mesin dan Industri. Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Ahmad Marabdi Siregar -  Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Chandra A Siregar -  Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Arya Rudi Nasution -  Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Iqbal Tanjung -  Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Syarizal Fonna -  Jurusan Teknik Mesin dan Industri. Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Indonesia

DOI : 10.24269/mtkind.v14i2.2841

ABSTRAK

 

Korosi atmosferik sangat dipengaruhi oleh kondisi topografi dan iklim atau lingkungan, seperti temperatur, kelembaban, dan kandungan bahan kimia dalam udara sangat menentukan laju korosi. Kecamatan Medan Belawan adalah daerah pesisir Kota Medan  yang berbatasan langsung pada Selat Malaka. Kecamatan Medan Belawan akan difokuskan sebagai kawasan industri (industrial park) dan juga jasa penunjang aktivitas pelabuhan seperti pergudangan, pusat perkantoran, galangan kapal, dan industri perikanan.. Saat ini jembatan dan bangunan-bangunan konstruksi atau komponen logam seperti seng, tembaga serta besi-baja sudah terserang oleh korosi. Objektif dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis laju korosi atmosferik baja karbon rendah di kecamatan medan belawan di tiga titik lokasi dengan notasi yaitu  A, B, dan C. Spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini adalah baja bentuk strip, baja segi empat, dan baja tulangan dengan proses pengukuran laju korosi mengikuti standart ASTM G-50 dan ASTM G-1. Pengukuran laju korosi dilakukan selama dua belas bulan, adapun hasil pengukuran laju korosi rata-rata di lokasi A : 0,573 mpy, laju korosi rata-rata di lokasi B : 0,604 mpy, dan laju korosi rata-rata lokasi C : 0.262 mpy. Maka dapat disimpulkan laju korosi baja karbon rendah di Kecamatan Medan Belawan dalam kategori outstanding dan sangat aman digunakan untuk kebutuhan konstruksi di lokasi tersebut.

 

ABSTRACT

 

Atmospheric corrosion is highly influenced by topographical and climatic conditions or environments, such as temperature, humidity, and chemical content in the air strongly determines the rate of corrosion. Medan Belawan Sub-district is a coastal area of Medan that borders directly on the Straits of Malacca. Medan Belawan Sub-district will be focused on an industrial park and also support services such as warehousing, office centers, shipyards, and fishery industries. Currently, bridges and construction buildings or metal components such as zinc, copper, and iron-steel have been attacked by corrosion. The objective of this research is to analyze the atmospheric corrosion rate of low carbon steel in the sub-district of Medan Belawan at three location points with the notation A, B, and C. Test specimens used in this study were strip-shaped steel, rectangular steel, and reinforcing steel with the corrosion rate measurement process follows the ASTM G-50 and ASTM G-1 standards. The measurement of corrosion rate was carried out for twelve months, As for the results of the measurement of the average corrosion rate of location A: 0.573 mpy, the average corrosion rate of locationt B: 0.604 mpy, and the average corrosion rate of location C: 0262 mpy. It can be concluded low carbon steel corrosion rate in Medan Belawan Sub-district in the outstanding category and very safe to used for construction needs in the location.

 

 

Keywords
Medan Belawan sub-district; Low carbon steel; Atmospheric corrosion; Corrosion rate
  1. R. T. Kennet and J. Chamberlain, “Korosi: untuk Mahasiswa Sains dan Rekayasa.” PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1991.
  2. M. G. Fontana and N. D. Greene, Corrosion engineering. McGraw-hill, 2018.
  3. Pelindo1, “No Title,” in Pelindo 1 Dorong Kinerja Pelabuhan belawan, 2020.
  4. M. Ridha, S. Fonna, S. Huzni, J. M. Israr, and A. K. Ariffin, “Atmospheric Corrosion of Carbon Steel in Tsunami Affected Area of Banda Aceh and Aceh Besar District after Six Months Exposure,” in Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin X (SNTTM X), 2011.
  5. dan S. H. M. Ridha, S. Fonna, J. Supardi, R. Suvere, “No Title,” in Pengaruh Lokasi Eksposur dari garis pantai terhadap laju korosi atmosferik baja konstruksi, 2013.
  6. M. Ridha, S. Fonna, S. Huzni, J. Supardi, and A. K. Ariffin, “Atmospheric corrosion of structural steels exposed in the 2004 tsunami-affected areas of Aceh,” Int. J. Automot. Mech. Eng., vol. 7, p. 1014, 2013.
  7. I. Tanjung, A. R. Nasution, S. Fonna, and S. Huzni, “INVESTIGASI LAJU KOROSI ATMOSFERIK BAJA KARBON RENDAH PROFIL SEGIEMPAT DI KAWASAN INDUSTRI MEDAN,” J. Teknol., vol. 10, no. 1, 2020.
  8. S. Huzni, I. Tanjung, and S. Fonna, “Atmospheric corrosion map of structural steel in industrial area: a preliminary investigation,” in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 2019, vol. 602, no. 1, p. 12075.
  9. Y. Li, Y. Wei, L. Hou, and P. Han, “Atmospheric corrosion of AM60 Mg alloys in an industrial city environment,” Corros. Sci., vol. 69, pp. 67–76, 2013.
  10. S. H. Affandi, Arya Rudi, S. Fonna, “No Title,” in Analisa Korosi Atmosferik Pada Baja Karbon Rendah Profil Strip Dan Tulangan Di Kawasan Industri., 2019.
  11. G. ASTM, “Practice for Preparing,” Clean. Eval. Corros. Test Specimens, 1AD.
  12. A. G50-76, “Standard Practice for Conducting Atmospheric Corrosion Tests on Metals,” Annu. B. ASTM Stand. ASTM Int. Pennsylvania, 2003.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-07-15
Published: 2020-12-26
Section: Artikel
Article Statistics: 525 441
Citation :