Peningkatan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 4 Dompyong, Bendungan, Trenggalek Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation

Samet Slamet* -  SDN 4 Dompyong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia, Indonesia

DOI : 10.24269/ajbe.v5i2.3614

Pendidikan adalah hal terpenting dalam hidup kita. Terutama pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Pendidikan dibangku sekolah akan membuahkan hasil pada prestasi belajar siswa. Berbagai strategi, pendekatan dan model pembelajaran saat ini sangat bervariasi. Hanya tinggal untuk tenaga kependidikan yang kreatif untuk mengembangkan ide dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kegiatan pembelajaran yang baik dan mendukung perkembangan belajar peserta didik, maka prestasi belajar akan meningkat. Salah satu contoh akan dikaji berikut ini adalah pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Kita ketahui bersama bahwa pembelajaran IPA di SD sangat penting. Tujuan utamanya adalah mengenalkan kepada peserta didik akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa melalui ciptaan Nya bumi dan alam semesta, kemudai mengembangkan kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan guna membentuk karakter peserta didika yang peduli dan cinta akan alam dan lingkungan sekitar. Sehingga kedepan mereka mampu menjaga dan melestarikan alam sekitar. Masih kurangnya prestasi belajar siswa pada muatan IPA di SDN 4 Dompyong Kecamatan Bendungan , Kabupaten Trenggalek, maka diadakan penelitian pada kegitan pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif model Group Investigation dengan subyek penelitian adalah peserta didik kelas V tahun pelajaran 2019/ 2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dalam bentuk siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 4x jam pelajaran. Pada setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Dari analisahasil data penelitian menunjukkan  bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 72,00 pada siklus I meningkat menjadi 87,00 pada siklus II. Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan, dimana ketuntasan belajar pada siklusI hanya60%,pada siklus IImengalami peningkatan menjadi 100%.Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model Group Investigationefektif meningkatkan Prestasi Belajar IPA pada Siswa Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020  SDN 4 Dmpyong, Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek.
Keywords
Cooperative Learning, Group Investigation, Learning Achievement, Learning Outcomes
  1. Asma, Nur. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
  2. Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi aksara.
  3. BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas
  4. Djamarah. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
  5. Edward Kapp. 2009. Improving Student Teamwork in A Collaborative Project-Based Course. College Teaching. Vol. 57/No. 3 (2009:139)
  6. Emmer, Edmund dan Mary Claire Gerwels. 2007. Cooperative Learning The Elementary Classrooms Teaching Practices and Lesson Characteristics.
  7. Isjoni. 2010. Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta
  8. Nana Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya
  9. Nana Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya
  10. Nasution. 2006, Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
  11. Muhibin Syah. 1997.Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada
  12. Muhibin Syah. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada
  13. Ngalim Purwanto. 2008. Evaluasi Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  14. Sadiman, Arif, dkk. 2011. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  15. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
  16. Oemar Hamalik. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
  17. Purwanto. 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar
  18. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
  19. Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  20. Muhajir, N. (1997). Pedoman pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK). Yogyakarta: Depdikbud Proyek Pendidikan Tenaga Akademik BP3GSD UP3SD UKMP-SD
  21. Kartinin, K. (1998). Pengantar Metodologi research. Bandung: Alumni Bandung
  22. Ahmad susanto. 2013. Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta. Kencanagroup.
  23. Dahlan, M.D. 1984. Beberapa alternatif interaksi belajar mengajar, model-model mengajar. Bandung: Diponogoro.
  24. Kurniawan, Deni. 2011. “Pembelajaran Terpadu”. Bandung. CV Pustaka Cendekia Utama
  25. Kosasih. 2014. “Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013”. Bandung: Penerbit Yrama Widya.
  26. Rusman. 2011. “Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  27. Sugiyono. 2006. “Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”. Bandung: Alfabeta CV.
  28. Rusmono. 2012. “ Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning”. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
  29. Samatowa, Usman. 2011.” Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar”. Jakarta: PT Indeks.
  30. Sumardi, Yosephat. 2007. “Materi Pokok Konsep Dasar IPA di SD”. Jakarta: Universitas Terbuka.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-02-04
Published: 2021-02-04
Section: Articles
Article Statistics: 51 31
Citation :