Restrukturisasi pendidikan kewarganegaraan sebagai langkah menghadapi era disrupsi

Nita Agustina Nurlaila Eka Erfiana* -  IAIN Tulungagung, Indonesia
Ayok Ariyanto -  Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Indonesia

DOI : 10.24269/ajbe.v5i1.3319

This study aims to describe and analyze in-depth the restructuring of civic education as a step in facing the era of disruption. The presence of an era of increasingly massive disruption has prompted an overhaul of the concept of citizenship education learning in Indonesia, so that the delivery of civic education material remains relevant and the values and character of the nation are not eroded. Restructuring is one of the measures to rearrange and improve the civic education learning curriculum so that it is compatible with the increasingly rapid developments and advances in technology. The discussion on the new paradigm of civic education which contains three main dimensions of civic knowledge, civic skills, and civic deposition also needs to be reformulated, in order to answer problems related to the current development of the era of disruption. This study uses a qualitative-descriptive approach with critical discourse analysis methods and literature reviews from several comprehensive literature and journals. Based on the results of the study, it can be concluded that the presence of an era of disruption that has begun to erode the values and identity of the Indonesian nation needs to be overcome by increasing the understanding of nationality to citizens. One of them is by restructuring civic education. The restructuring is a process of rearranging or improving the formulation of a new paradigm that already exists in civic education by adapting these concepts to a wider area. It is hoped that with the restructuring of the content of citizenship education, the moral values of the nation will not be easily eroded by the presence of the era of disruption and instead become a reference for answering global problems.

Keywords
Restructurisation, Citizen Education, Era of Disruption, a New Paradigm
  1. Ashari, R., Syam, A. R., & Budiman, A. (2017). The World Challenge Of Islamic Education Toward Human Resources Development. Proceeding International Conference on Islamic Education (ICIED), 169–175. http://conferences.uin-malang.ac.id/index.php/icied/article/view/451
  2. Asyafiq, S. (2016). BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PENDIDIKAN NILAI DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1), 29–37.
  3. Bennett, W. L. (2008). Changing citizenship in the digital age. MacArthur Foundation Digital Media and Learning Initiative.
  4. Budimansyah, D. (2017). Teoretisasi Kewarganegaraan untuk Perspektif Indonesia.
  5. Candra, A. A., & Suryadi, K. (2019). Mendayung Di Antara Dua Karang: Keindonesiaan Di Tengah Arus Perubahan Global. PROSIDING SEMINAR NASIONAL “REAKTUALISASI KONSEP KEWARGANEGARAAN INDONESIA,” 1, 1–14.
  6. Cholisin. (2005). Eksistensi dan Prospek PPKn dalam Perspektif Akademik, Yuridis dan Politis. staff.uny.ac.id/dosen/drs-cholisin-msi. staff.uny.ac.id
  7. Chotimah, U. (2012). Alternatif Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai Upaya Mencapai Civic Intelligence, Civic Participation Dalam Civic Responsibility. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2012.
  8. Cogan, J. J. (2000). Citizenship Education For The 21st Century: Setting The. Citizenship for the 21st Century: An International Perspective on Education, 1.
  9. Febriansyah, F. I. (2017). Ideology of Pancasila as Legal Ideas (Rechtsidee) for Indonesia Nation. INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAMIC EDUCATION (ICIE), 1(1).
  10. Fitrayadi, D. S. (2016). PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER TANGGUNGJAWAB PESERTA DIDIK DI ERA GLOBALISASI DI SMA NEGERI 1 BALEENDAH. Untirta Civic Education Journal, 1(2).
  11. Giwangsa, S. F. (2018). Pentingnya Pendidikan Moral dalam Pendidikan Kewarganegaraan. MADROSATUNA, 1(1), 26–40.
  12. Hardoko, A. (2019). Pendidikan Moral Dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
  13. Hartini, S., Siregar, M., & Arifi, A. (2020). Implementasi pendidikan karakter di MTs Negeri Kabupaten Klaten. AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education, 4(1), 14–29.
  14. Hidayat, M. C., & Syam, A. R. (2020). Urgensitas perencanaan strategis dan pengelolaan sumber daya manusia madrasah era revolusi industri 4.0. AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.24269/ajbe.v4i1.2100
  15. Ikhwan, A., Farid, M., Rohmad, A., & Syam, A. R. (2020). Revitalization of Islamic Education Teachers in the Development of Student Personality. 1st Borobudur International Symposium on Humanities, Economics and Social Sciences (BIS-HESS 2019), 162–165.
  16. Ismail, M. S., & Hartati, S. (2020). Pendidikan Kewarganegaraan: Konsep Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia. Penerbit Qiara Media.
  17. Kalidjernih, F. K. (2005). Post-Colonial Citizenship Education: A critical study of the production and reproduction of the Indonesian civic ideal. University of Tasmania.
  18. Kamal, M. (2014). Restrukturisasi Pendidikan Menuju Bangsa Berkarakter. Madaniyah, 4(1), 35–44.
  19. Kasali, R. (2018). Disruption: Tak ada yang tak bisa diubah sebelum dihadapi motivasi saja tidak cukup [Internet]. Gramedia Pustaka Utama.
  20. Martens, A. M., & Gainous, J. (2013). Civic education and democratic capacity: How do teachers teach and what works? Social Science Quarterly, 94(4), 956–976.
  21. Mazid, S. (2017). Rekonstruksi Pendidikan Kewargaan Multikultural Dalam Bingkai Keindonesiaan Yang Beradab. Literasi Hukum, 1(1).
  22. Monteiro, J. M., & SH, M. H. (2015). Pendidikan Kewarganegaraan: Perjuangan Membentuk Karakter Bangsa. Deepublish.
  23. Mulyasa, E. (2012). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
  24. Muslich, A. (2019). PENDIDIKAN NILAI DALAM PEMBELAJARAN IPS MADRASAH IBTIDAIYAH DI ERA MILENIAL. AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education, 3(2), 161–170.
  25. Nanggala, A. (2020). Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Multikultural. Jurnal Soshum Insentif, 3(2), 197–210.
  26. Nasution, A. R. (2016). Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani. JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL, 8(2).
  27. Nurvenayanti, I. (2016). Teori-Teori Kewarganegaraan Kontemporer. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 2(2), 101–108.
  28. Pendidikan, B. S. N. (2006). Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah: Standar kompetensi dan kompetensi dasar SMA/MA. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
  29. Pidarta, M. (1999). Studi tentang Landasan Kependidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 4(1), 105579.
  30. Pidarta, M. (2007). Landasan kependidikan: stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia. Rineka Cipta.
  31. Raharjo, R. (n.d.). Analisis Perkembangan Kurikulum PPKn: Dari Rentjana Pelajaran 1947 sampai dengan Merdeka Belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63–82.
  32. Rahman, A., SH, M. H., & Baso Madiong, S. H. (2017). Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi (Vol. 1). CELEBES MEDIA PERKASA.
  33. Setiawan, D. (2019). Rekonseptualisasi Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Revolusi Industri 4.0. PROSIDING SEMINAR NASIONAL “REAKTUALISASI KONSEP KEWARGANEGARAAN INDONESIA,” 1, 15–24.
  34. Somardi, & Suryadi, A. (2000). Pemikiran ke Arah Rekayasa Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan. Makalah Pada The International Seminar: The Need for New Indonesian Civic Education, March, 29.
  35. Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung.
  36. Sumaryanti, L., Syam, A. R., & Syukroni, A. (2020). Urgency of implementing adab for students of elementary school in the perspective of the Qur’an and hadith. AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education, 5(1), 1–12.
  37. Suyitno. (2018). Metode Penelitian Kualitatif; Konsep, Prinsip dan Operasionalnya. Tulungagung: Akademia Pustaka.
  38. Syam, A. R. (2019). Guru dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri 4.0. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 1. https://doi.org/10.19105/tjpi.v14i1.2147
  39. Syam, A. R., Supriyanto, A., & Mustiningsih, M. (2020). Democratic Leadership and Decisions Making on Education in Islamic Perspective. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 1(1), 33–47.
  40. Ulfatin, N. (2015). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Malang: Media Nusa Creative.
  41. Wahab, A. A., & Sapriya. (2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta.
  42. Winataputra, H. U. S., & Sapriya, M. (2014). Paradigma Baru PKn Di SD/MI. nd.
  43. Winataputra, U. S. (2006). Model-model pembelajaran inovatif. Jakarta: PAU.
  44. Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). PKn Dalam Perspektif Internasional (Konteks, Teori dan Profil Pembelajaran). Bandung: Widya Aksara Press.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-12-23
Published: 2020-12-27
Section: Articles
Article Statistics: 43 16
Citation :