STRATEGI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY (AR) SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN BRAND EQUITY PERPUSTAKAAN DI ERA SOCIETY 5.0

Ajrun 'Azhim Al As'hal* -  IAIN TULUNGAGUNG, Indonesia
Intan Faiza -  Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN TULUNGAGUNG
Agustin Sasmitasari -  Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN TULUNGAGUNG, Indonesia
Mochammad Fikriansyah Wicaksono -  Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN TULUNGAGUNG

DOI : 10.24269/pls.v5i1.3854

Seiring perkembangan zaman, teknologi juga terus mengalami kemajuan. Hal ini menuntut perpustakaan agar terus melakukan inovasi sehingga kebutuhan pemustaka bisa terpenuhi. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh perpustakaan adalah penggunaan media promosi yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi dengan baik. Disamping itu, perpustakaan belum mempunyai brand yang mampu memberikan nilai tersendiri bagi pemustaka. Penilitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pustakawan terkait strategi inovasi untuk mengembangkan perpustakaan sesuai era 5.0 saat ini, yaitu dengan menciptkan brand equity yang nantinya akan dipromosikan melalui teknologi Augmented Reality (AR). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mencari sumber referensi yang relevan terhadap bahan kajian. Hasil yang didapatkan bahwa perpustakaan dapat mempromosikan sebuah brand equity, faasilitas, ataupun layanannya dengan memanfaatkan teknologi AR seperti menggunakan aplikasi layar, aurasma, instagram, dan tik tok.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-05-24
Published: 2021-07-14
Section: Articles
Article Statistics: 1745 179
Citation :