Peranan Pramuka dalam Pendidikan Anti Korupsi
DOI:
https://doi.org/10.24269/jpk.v11iSpecialIssue(1).13046Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peranan Gerakan Pramuka dalam mendukung implementasi pendidikan antikorupsi melalui pembinaan karakter, pembiasaan sikap positif, dan internalisasi nilai moral pada peserta didik di sekolah menengah pertama di Medan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka dari berbagai sumber. Pendidikan antikorupsi menekankan pembentukan integritas diri, kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, serta keberanian menolak segala bentuk tindakan koruptif. Gerakan Pramuka dipilih sebagai objek kajian karena memiliki sistem pendidikan nonformal yang sistematis, terstruktur, dan berbasis pengalaman langsung, sehingga nilai-nilai antikorupsi dapat ditanamkan secara nyata melalui aktivitas keseharian anggota Pramuka. Melalui penerapan kode kehormatan Pramuka berupa Satya dan Darma Pramuka, kegiatan latihan rutin, simulasi kepemimpinan, permainan edukatif, kerja sama tim, kegiatan sosial, serta pembiasaan keteladanan dari pembina, pendidikan antikorupsi dapat berlangsung secara integratif, menyenangkan, dan efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan Pramuka mampu meningkatkan kesadaran moral, memperkuat karakter berintegritas, menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara, serta membangun sikap tegas dalam menolak praktik kecurangan dan korupsi sejak usia dini.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Abdul Manan Pane, Zamaluddin Sembiring

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

berada dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






