Kepemimpinan Berbasis Pancasila dalam Mengelola Konflik dan Membangun Kolaborasi Guru di SMK Maharati
DOI:
https://doi.org/10.24269/jpk.v11iSpecialIssue(2).13012Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas konflik antar generasi guru yang kerap menghambat sinergi di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Studi ini secara khusus mengkaji implementasi nilai-nilai Pancasila dalam strategi resolusi konflik dan pembangunan tim kolaboratif oleh kepala sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SMK Maharati, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap bahwa konflik yang bersumber dari perbedaan paradigma pendidikan, kesenjangan digital, dan keragaman budaya berhasil ditransformasikan melalui pendekatan kepemimpinan yang mengoperasionalkan sila-sila Pancasila. Kepala sekolah bertindak sebagai fasilitator yang menerapkan musyawarah mufakat (sila keempat) dalam mediasi, keadilan sosial (sila kelima) melalui program reverse mentoring teknologi, serta memperkuat persatuan (sila ketiga) dan Bhinneka Tunggal Ika lewat desain kolaborasi lintas kelompok. Studi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan berkarakter Pancasila tidak hanya efektif menyelesaikan konflik secara integratif, tetapi juga mampu membangun budaya kolaborasi berkelanjutan yang mengonversi keberagaman menjadi sumber kekuatan kolektif. Implikasi praktisnya, model kepemimpinan ini dapat diadopsi sebagai kerangka pengembangan kapasitas kepala sekolah dalam konteks masyarakat majemuk untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dan produktif.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aris Dianto, Sulton

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

berada dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






