PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DAERAH PEDESAAN

Hery Ernawati

Abstract


Kasus seputar reproduksi remaja sekarang semakin meningkat, disebabkan ketidakpahaman remaja terhadap berbagai aspek reproduksi yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Di daerah pedesaan masih menganggap bahwa membicarakan mengenai reproduksi dengan remaja masih di anggap tabu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di daerah pedesaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengetahui data umum responden serta pertanyaan tentang kesehatan reproduksi remaja. Lokasi penelitian di salah satu desa di Kabupaten Ponorogo dengan jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 60 responden. Responden yang di ambil secara purposive sampling, dengan kriteria sampel :1) remaja yang sekolah ditingkat SMP dan SMA,  2) tinggal satu rumah dengan orang tua. Responden yang sesuai kriteria akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai tujuan penelitian dan jika bersedia maka mengisi lembar informed consent. Rencana analisis data dengan analisis univariat,dan  bivariat. Hasil penelitian di dapatkan pengetahuan baik sebanyak 37 responden, pengetahuan buruk 23 responden. Dengan menggunakan Chi Square didapatkan 3 faktoryang mempengaruhi pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, yaitu jenis kelamin, jumlah sumber informasi dan pemanfaatan orang tua sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi remaja. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja di daerah pedesaan dari 60 responden , sebagian besar berpengetahuan baik (37 responden). Orang tua, guru maupun dinas kesehatan diharapkan mampu mengadakan kegiatan seperti penyuluhan sehingga bisa meningkatkan pengetahuan remaja di daerah pedesaan mengenai kesehatan reproduksi.

 

Kata Kunci: Pengetahuan, kesehatan reproduksi remaja, pedesaan

 

Abstract

 

KNOWLEDGE OF ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH IN RURAL AREAS

 

Cases around adolescent reproductive now increased, due to ignorance of teens on various aspects relating to the reproduction itself. In rural areas still think that talking about reproduction with adolescent still considered taboo. This study aims to determine the knowledge of adolescent reproductive healt in rural area. This study was held by descriptive approach that describe knowledge of adolescent reproductive health in rural areas. The instrument used was questionnaire to determine the general data of respondents and question about adolescent reproductive health.. The location of this study in one of the villages in Ponorogo, with 60 respondents fixed through purposive sampling. Sampling criteria were 1) the teenage sechool level was junior high and high school, 2) stay with parents in the same house. Respondents who fit the criteria will be explained in advance about the purpose of research, and if the charge sheet is willing informed consent. Data was analysed by univariat analysi.Research results from the get good knowledge as much as 37 respondents, poor knowledge of 23 respondents. By using Chi Square got three factors that influence adolescent reproductive health knowledge, namely gender, the amount of resources adolescent reproductive health.Knowledge of adolescent reproductive health in rural areas of 60 respondents, mostly good knowledge (37 respondents). Parents, teachers and health authorities are expected to conduct activities such as cou seling so as to improve knowledge of adolescents in rural areas of reproductive health.


Keywords


pengetahuan, kesehatan reproduksi remaja, pedesaan

Full Text:

PDF

References


Ernawati, Hery (2014). Hubungan Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Website dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Ners Edisi Oktober.

Ernawati, Hery (2015). Pemanfaatan Orang Tua Sebagai Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Daerah Pedesaan. Prosiding Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Hurlock, E.B (2009). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi 5. Jakarta : Erlangga.

Kusmirah, E (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika.

Prajitno, Subur, dkk (2011). Peningkatan pengetahuan Kesehatan reproduksi Remaja di desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten jombang. Universitas Airlangga: tidak dipublikasikan.

Pratama, Yoga (2013). Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Kesehatan reproduksi Dengan Sikap Seksual Pranikah Remaja Di Kelurahan Danguran Kabupaten Klaten. Universitas Muhammadiyah Surakarta: Skripsi tidak dipublikasikan.

Purwanto, E; Soejoenoes, A; Binarso, A (2010). Perbandingan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Siswi Sekolah Menengah Umum Di Pedesaan dan Perkotaan. Universitas Diponegoro: Tesis tidak dipublikasikan.

Setianti, Y dan Komala, L (2013). Komunikasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Pedesaan. Edutech, Tahun 12, Bol. 1, No. 3, Oktober.

Shiferaw, K., Getahun, F., Getahun, A (2014). Assessment of Adolescents' Communication on Sexual And Reproductive Health Matters With Parents And Associated Factors Among Secondary And Preparatory Schools' Students In Debremarkos Town, North West Ethiopia. Reproductive Health 11:2.

Wahyuni, S (2012). Hubungan Antara Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) Dengan Jenis Kelamin Dan Sumber Informasi di SMAN Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Stikes U'Budiyah Vol. 1, No. 2, Maret.

Widyastari, D.A., Shaluhiyah, Z., Widjanarko, B (2011). Urinating After Sexual Intercourse Prevents Pregnancy: Adolescents' Misconceptions of Reproductive Health Knowledge. Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 1 No. 2, April 2011 : 102-112.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Indonesian Journal for Health Sciences

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.