UJI ANTIBAKTERI KULIT BUAH KOPI (Coffea arabica L.)  GAYO BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN  TERHADAP Escherichia coli

Munira Munira* -  Poltekkes Kemenkes Aceh, Indonesia
Nazarul Mastura -  Poltekkes Kemenkes Aceh, Indonesia
Muhammad Nasir -  Universitas Syiah Kuala, Indonesia

DOI : 10.24269/ijhs.v4i2.2640

Kopi yang berasal dari dataran tinggi Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan kopi Gayo. Pada umumnya kopi Gayo adalah kopi Arabika (Coffea arabica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan daya hambat ekstrak kulit buah kopi Arabika Gayo dengan tingkat kematangan buah yang bervariasi dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 4 perlakuaan yaitu aquadest (P0), ekstrak etanol kulit buah kopi hijau (P1), ekstrak etanol kulit buah kopi kuning (P2), ekstrak etanol kulit buah kopi merah (P3) dengan 4 kali ulangan. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Uji Anova menunjukkan bahwa kulit buah kopi (Coffea arabica L.) Gayo berdasarkan tingkat kematangan buah yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat paling besar dibentuk oleh ekstrak etanol kulit buah kopi merah yaitu 16,66 mm, yang berbeda nyata dengan ekstrak kulit buah kopi kuning (12,33 mm) dan ekstrak kulit buah kopi hijau (11,33 mm). Kulit buah kopi Arabika Gayo dengan tingkat kematangan buah yang bervariasi dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Rata-rata diameter zona hambat terbesar dibentuk oleh ekstrak etanol kulit buah kopi yang berwarna merah.

Supplement Files

Keywords
Coffea arabica L., Escherichia coli, Antibakteri.
  1. E. J. M. Gunawan, “Industri kopi  Indonesia dan Third Wave Coffee  Culture,” 2018.
  2. R. Fadhil, M. S. Maarif, T. Bantacut,  and A. Hermawan, “Model strategi  pengembangan sumber daya  manusia agroindustri kopi gayo  dalam menghadapi masyarakat  ekonomi ASEAN,”J.Technol.  Manag., vol.16, no.2, pp. 141–155,  2017.
  3. M. R. Harahap, “Aktivitas Daya  Hambat Limbah Daging Buah Kopi  Robusta (Coffea robusta L.) Aceh  terhadap Bakteri S. aureus dan E.  coli,” J. Kesehat., vol. 9, no. 1, pp.  93–98, 2018.
  4. A. Herviandi, E. Susilowati, and R.  Njatrijani, “Optimalisasi  Perlindungan Hukum terhadap  Pendaftaran Merek Dagang di  Negara Lain (Kajian Perlindungan  Hukum Merek Kopi Arabika  Gayo),” Diponegoro law J., vol. 6,  no. 1, pp. 1–14, 2017.
  5. S. Mawardo, R. Hulupi, A. Wibawa,  and S. Wiryaputra, “Panduan  Budidaya dan pengolahan Kopi  Arabika Gayo,” 2008.
  6. N. F. Utami, N. Nhestricia, S.  Maryanti, T. Tisya, and S.  Maysaroh, “Uji Aktivitas  Antioksidan Dari Biji Kopi Robusta  (Coffea canephora P.) Berdasarkan  Perbedaan Ekologi Dataran Tinggi  Di Pulau Jawa,” Fitofarmaka J. Ilm.  Farm., vol.8, no. 1, pp. 67–72, 2019.
  7. U. Salamah, “Pengaruh ketinggian  tempat terhadap karakter morfologi  vegetatif dan kandungan antioksidan  kopi robusta (Coffea canephora  Pierre ex Froehner) di kawasan  pegunungan muria Kabupaten  Kudus.” UIN Walisongo, 2019.
  8. A. Afriliana, Teknologi Pengolahan  Kopi Terkini. Deepublish, 2018.
  9. Y. Retnaningtyas, M. H. Hamzah,  and N. Kristiningrum, “Uji Aktivitas  Antioksidan Kombinasi Daun Kopi  Arabika (Coffea arabica) dan Daun  Pandan (Pandanus amaryllifolius)  dengan Metode DPPH,” J. Farm.  Indones., vol. 9, no. 1, 2019.
  10. A. Roni, M. Maesaroh, and L.  Marliani, “Aktivitas antibakteri biji,  kulit dan daun pepaya (Carica  papaya L.) terhadap bakteri  Escherichia coli dan Staphylococcus  aureus,” Kartika J. Ilm. Farm., vol.  6, no. 1, pp. 29–33, 2019.
  11. E. U. Sirait, S. Khotimah, and M.  Turnip, “Ekstrak buah Laban (Vitex  pubescens Vahl) sebagai  penghambat pertumbuhan  Salmonella thypi dan Staphylococcus  aureus,” Protobiont, vol. 3, no. 3,  2014.
  12. R. I. Depkes, “Suplemen III  Farmakope Herbal Indonesia, Edisi  I,” Jakarta. Kementrian Kesehat. RI,  2013.
  13. J. B. Harbone, “Metode Fitokimia.  Terjemahan Padmawinata, K.  Soediro, I,” ITB. Bandung, 1987.
  14. A. Y. Sulaiman, P. Astuti, and A. D.  P. Shita, “Uji Antibakteri Ekstrak  Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Koloni Streptococcus  viridans,” Indones. J. Heal. Sci., vol.  1, no. 2, pp. 1–6, 2017.
  15. F. Farhadi, B. Khameneh, M.  Iranshahi, and M. Iranshahy,  “Antibacterial activity of flavonoids  and their structure–activity  relationship: An update review,”  Phyther. Res., vol. 33, no. 1, pp. 13– 40, 2019.
  16. M. Sangi, M. R. J. Runtuwene, H. E.  I. Simbala, and V. M. A. Makang,  “Analisis fitokimia tumbuhan obat di  Kabupaten Minahasa Utara,” Chem.  Prog., vol. 1, no. 1, pp. 47–53, 2019.
  17. A. Das and K. Satyaprakash,  “Antimicrobial properties of natural  products: A review,” Pharma Innov.  J., vol. 7, no. 6, pp. 532–537, 2018.
  18. G. I. Putri, “Uji Aktivitas  Antibakteri Ekstrak Etanol 70%  Kulit Buah Carica (Carica  Pubescens) Terhadap Bakteri  Salmonella Typhi,” Universitas  Muhammadiyah Surakarta, 2018.
  19. E. B. Minarno, “Skrining Fitokimia  dan Kandungan Total Flavanoid  pada Buah Carica pubescens Lenne  & K. Koch Di Kawasan Bromo,  Cangar, dan Dataran Tinggi Dieng,”  el-Hayah, vol. 5, no. 2, pp. 73–82,  2015.
  20. M. P. Kähkönen, A. I. Hopia, and M.  Heinonen, “Berry phenolics and  their antioxidant activity,” J. Agric.  Food Chem., vol. 49, no. 8, pp.  4076–4082, 2001.
  21. M. J. Iqbal, M. S. Butt, and H. A. R.  Suleria, “Black Cumin: A Review of  Phytochemistry, Antioxidant  Potential, Extraction Techniques,  and Therapeutic Perspectives,”  Plant-and Mar. Phytochem. Hum.  Heal. Attrib. Potential, Use, p. 151,  2018.
  22. L. Zhao, F. Temelli, and L. Chen,  “Encapsulation of anthocyanin in  liposomes using supercritical carbon  dioxide: Effects of anthocyanin and  sterol concentrations,” J. Funct.  Foods, vol. 34, pp. 159–167, 2017.
  23. C. Williams, G. Dodd, D. Lamport,  J. Spencer, and L. Butler, “Effects of  anthocyanin-rich blueberries on  cognitive function in healthy  younger and older adults,” Innov.  Aging, vol. 1, no. Suppl 1, p. 1362,  2017.
  24. N. Paramita et al., “Perbandingan  Aktivitas Antibakteri Ekstrak kaya  antosianin dari Kulit Ubi Jalar Ungu  (Ipomoea batatas L.) dan Kulit Buah  Anggur Hitam (Vitis vinifera L.)  terhadap Isolat Bakteri  Propionibacterium acnes,” J. Farm.  Udayana, 2015.
  25. T. K. Lim, Edible medicinal and  non-medicinal plants, vol. 1.  Springer, 2012.
  26. H. P. Ariadi and W. S. Windrati,  “Ekstraksi Senyawa Antioksidan  Kulit Buah Kopi: Kajian Jenis Kopi  Dan Lama Maserasi,” UNEJ, 2013.
  27. M. M. Munira, R. R. Rasidah, E. M.  Melani, and M. N. Nasir, “Uji  Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol  Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Warna Hijau dan Warna Merah  serta Kombinasinya,” Indones. J. Pharm. Nat. Prod., vol. 1, no. 2,  2018.

Full Text: Supp. File(s):
Untitled
Subject
Type Other
  Download (B)    Indexing metadata
Copyright Statement and statement of Ethical Clearance for Publication
Subject
Type Research Instrument
  Download (188KB)    Indexing metadata
Article Info
Submitted: 2020-05-09
Published: 2020-09-01
Section: Artikel
Article Statistics: 56 50
Citation :