PENGARUH PERSEPSI KERENTANAN DAN PERSEPSI MANFAAT TERHADAP PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN ANEMIA

Umi Narsih* -  STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan, Indonesia
Nova Hikmawati -  STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, Indonesia
Salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang belum selesai penanganannya adalah anemia pada remaja putri yang memiliki dampak jangka panjang. Remaja putri mempunyai kebutuhan zat besi tiga kali lipat dibandingkan dengan remaja putra sehingga remaja putri mempunyai kerentanan yang lebih tinggi untuk mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh persepsi kerentanan (perceive susceptibility) dan persepsi manfaat (perceived benefit) terhadap perilaku remaja putri dalam pencegahan anemia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun crossectional. Responden yang digunakan adalah remaja putri kelas X dan XI SMA Unggulan Zainul Hasan dengan besar sampel 68 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan alat pengukur hemoglobin metode stik (Hb meter). Analisis data menggunakan metode statistik uji chi square dan regresi berganda. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa sebagian besar remaja putri (76,5%) mempunyai persepsi kerentanan yang rendah, persepsi manfaat yang rendah (77,9%), menderita anemia (79,4%) dan mempunyai perilaku pencegahan anemia yang tidak baik (73,5%). Nilai tingkat signifikansi p = 0,000 sehingga ada pengaruh persepsi kerentanan dan persepsi manfaat terhadap perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Semakin tinggi persepsi kerentanan dan persepsi manfaat remaja putri, semakin mempunyai perilaku yang baik terhadap pencegahan anemia.
Keywords
Persepsi Kerentanan; Persepsi Manfaat; Anemia; Remaja Putri
  1. N. Ghaderi, M. Ahmadpour, N. Saniee, and F. Karimi, “Effect of Education Based on the Health Belief Model ( HBM ) on Anemia Preventive Behaviors among Iranian Girl Students,” vol. 5, no. 42, pp. 5043–5052, 2017.
  2. WHO, “Anaemia,” 2010. [Online]. Available: who.int/health-topics/anaemia.
  3. B. Penelitian and D. A. N. Pengembangan, “RISET KESEHATAN DASAR,” 2013.
  4. M. Adriani, Pengantar Gizi Masyarakat, 1st ed. Jakarta: Kencana Penada Media Group, 2012.
  5. M. Conner, “Cognitive Determinants of Health Behavior,” pp. 19–31, 2010.
  6. M. Supplementation and N. Education, “PENGARUH PEMBERIAN ZAT MULTI GIZI MIKRO DAN PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI , PEMENUHAN ZAT GIZI DAN STATUS BESI REMAJA PUTRI,” vol. 6, no. 3, pp. 171–177, 2011.
  7. E. Widodo, “Praktik Wanita Pekerja Seks ( WPS ) Dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual ( IMS ) Dan HIV & AIDS Di Lokalisasi Koplak ,.”
  8. J. Hayden, Introduction to Health Behavior Theory, 1st ed. USA: Jones & Bartlett Learning, 2010.
  9. K. Glanz, Health Behavior and Health Education Theory, Research, and Practice, 4th ed. San Francisco: Jossey-Bass, 2008.
  10. S. I. Onoruoiza, A. Musa, and B. D. Umar, “Using Health Beliefs Model as an Intervention to Non Compliance with Hypertension Information among Hypertensive Patient Using Health Beliefs Model as an Intervention to Non Compliance with Hypertension Information among Hypertensive Patient,” no. September 2015, pp. 10–16, 2018.
  11. S. Ayers, Cambridge Handbook of Psychology, Health and Medicine, 2nd ed. New York: Cambridge University Press, 2007.
  12. N. Fischetti, “Correlates among Perceived Risk for Type And Dietary Intake in Adolescents,” vol. 41, no. 3, 2015.
  13. L. M. Sirait, S. Sarumpaet, S. Epidemiologi, P. S. Ikm, F. Kesehatan, D. Epidemiologi, and F. Kesehatan, “Hubungan Komponen Health Belief Model ( HBM ) Dengan Peng- gunaan Kondom Pada Anak Buah Kapal ( ABK ) Di Pelabuhan Be- lawan The Relationship Between Health Belief Model Components And The Use Of Condom Among Ship Crews At Belawan Seaport,” vol. 1, no. April, pp. 43–49, 2013.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-01-12
Published: 2020-03-12
Section: Artikel
Article Statistics: 14 33