EFEKTIVITAS DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) TERHADAP KECUKUPAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS KUTA BARO ACEH BESAR

Juliastuti Juliastuti* -  Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh,, Indonesia

DOI : 10.24269/ijhs.v3i1.1600

Tidak memadainya produksi ASI adalah faktor penghambat paling umum yang menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif sebagai upaya untuk meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat-obatan herbal tradisional seperti rebusan dan ekstraksi manis daun (Sauropus androgynus). Daun manis ekstrak (Sauropus androgynus) telah diketahui memiliki berbagai kegiatan farmakologis. Manis daun contains a number of important nutrients such as protein, vitamin C, vitamin D, calcium, and folic acid. This study aimed  to determine the differences in the effectiveness of Sweet leaf decoction and Sweet leaf  (sauropus androgynus) extract   in  adequacy of breastfeeding mother breast milk . The research used   quasi-experimental design with pre-test and post-test design, the sampling technique with purposive sampling as many as 20 breastfeeding mothers, the results of the study were analyzed by independent t-test. The results showed that Sweet leaf decoction and Sweet leaf extract were effective to fullfill the adequacy of breast milk. The Sweet leaf decoction in this study proved to gain infant weight compared to Sweet leaf extract with p value 0,000.

 

Abstrak

Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya meningkatkan kecepatan produksi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat ramuan tradisional seperti Rebusan dan ekstrak daun katuk ( Sauropus androgynus ). Ekstrak daun katuk ( Sauropus androgynus ) telah terbukti memiliki berbagai macam fungsi farmakologi. Daun katuk mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin C, vitamin D, kalsium, hingga asam folat. Peneltian ini bertujuan untuk memahami perbedaan rebusan daun katuk dan ekstrak daun katuk (sauropus androgynus) dan ekstrak daun katuk terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian ini menggunkan quasi eksperimendengan mendesain pre test dan post test design , teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 20 ibu menyusui, hasil penelitian dianalisa dengan uji independent t-test. Hasil Penelitian menunjukkan Rebusan daun katuk dan ekstrak daun katuk efektif dalam memenuhi kecukupan ASI. Rebusan Daun katuk dalam penelitian ini terbukti meningkatkan berat badan bayi membandingkan ekstrak daun katuk dengan nilai p 0,000.
Keywords
Efektivitas daun katuk, Kecukupan ASI, Ibu Menyusui
  1. Azis S dan Muktiningsih SR, 2006, Studi Manfaat Daun Katuk (Sauropus androgynus), Cermin Dunia Kedokteran, 151, 48-50
  2. Black R, Allan LH, Bhutta ZA, Caulfield LE, de Onis M, Ezzati M, Mathers C, Rivera J. 2008. The maternal and child undernutrition study group: maternal and child undernutrition: global and regional exposures and health consequences. Lancet, 371:243-260.
  3. Jones G, Steketee RW, Black RE, Bhutta ZA, Morris SS, Bellagio CSS. 2003. How Many Child Deaths Can We Prevent this Year? Lancet 2003; 362: 65
  4. Kementerian Kesehatan RI. 2011. Sambutan Menteri Kesehatan pada acara temu nasionalkonselor menyusui ke I sebagai rangkaian kegiatan Pekan ASI Sedunia (PAS). Pusat Komunikasi Publik, Sekjen Kemenkes RI.
  5. [Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Jakarta (ID): Kemenkes RI.
  6. Soka susan, Wiludjaja Jessica. The Expression Of Prolactin And Oxytocin Genes In Lactating BALB/C Mice Supplemented With Mature Sauropus Androgynus Leaf Extracts. International Conference on Food Engineering and Biotechnology IPCBEE. 2011; 9.
  7. Prawiroharjo S. 2008. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Nasional. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
  8. Riskani, R. 2012. Keajaiban ASI. Jakarta Timur : Dunia Sehat.
  9. Sa’roni, Sadjimin T, Sja’bani M, et al., 2004, Effectiveness of the Sauropus androgynus (L.) Merr Leaf Extract in Increasing Mother’s Breast Milk Production, Media Litbang Kesehatan, XIV (3): 20-24.
  10. World Health Organization. 2011. Exclusive breastfeeding for six months best for babies everywhere. World Health Organization. www.who.int/mediacentre/news/statements/2011/breastfeeding_20110115/en/index.html

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-02-25
Published: 2019-03-28
Section: Artikel
Article Statistics: