KARAKTERISTIK PASIEN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN RAWAT INAP RUANG TULIP DI RSUD ULIN BANJARMASIN

Muhibbah Muhibbah -  Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl.A. Yani KM. 36 Banjarbaru, 707174, Indonesia
Abdurahman Wahid* -  Lambung Mangkurat University, Indonesia
Rismia Agustina -  Universitas Lambung Mangkurat, Jl.A. Yani KM. 36 Banjarbaru, 707174, Indonesia
Oski Illiandri -  Departemen Biomedik, Indonesia

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, pada tahun 2015 sebesar 7,4 juta dan diperkirakan akan mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030 (WHO). SKA merupakan penyakit tidak menular dimana terjadi perubahan patologis atau kelainan dalam dinding arteri koroner yang dapat menyebabkan terjadinya iskemik miokardium, Unstable Angina Pectoris (UAP) serta Infark Miokard Akut (IMA) seperti NSTEMI dan STEMI. Terjadinya penyakit ini berhubungan dengan faktor risiko seperti umur, jenis kelamin, keturunan, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, dan obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien SKA pada pasien rawat inap penyakit jantung Jenis penelitian ini observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel 51 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan 51 orang penderita SKA menunjukkan hipertensi 43 orang (84,31%),   dislipidemia 42 orang (82,35%), usia lebih dari 45 tahun yaitu 41 orang (80,39%), jenis kelamin laki-laki 38 orang (74,51%), merokok  36  orang  (70,59),  tidak  DM  35  orang  (68,63%),  tidak  obesitas  35  orang (68,63%), tidak ada riwayat keturunan 32 orang (62,75%).

Keywords
Karakteristik; Faktor Risiko; Sindrom koroner akut
  1. Abduelkarem, A.a.a., 2012. Evaluation of Risk Factor in Acute Myocardial Infarction patients admitted to the Coronary Care Unite. Tripolid Med Cent.
  2. Andramoyo, S. & Nurhayati, T., 2013. Laki-Laki dan Riwayat keluarga dengan Penyakit jantung Koroner Berisilo Terhadap Penyakit Jantung Koroner. Ponorogo: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah.
  3. Asikin, M., Nuralamsyah , M. & Susaldi, 2016. Keperawatan Medikal Bedah Sistem Kardio Vaskular. Jakarta: Erlangga.
  4. Capewell, S. et al., 2010. Cardiovascular Risk Factor Trends and potential for reducing coronary heart disease mortality in the United States of America. Research Coronary Heart Disease in the United States of America. Bull Word Health Organ., 88, pp.120-30
  5. World Heart Federation.2015. Cardiovascular Risk Factor.
  6. Faridah, E.N., Pangamenan, J.A. & Rampengan, S.H., 2016. Gambaran Profil Lipid Pada Penderita Sindrom Koroner Akut Di RSUP. Prof.DR.R.D. Kandou Periode Januari-September 2015. Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado.
  7. Ghani, L., Susilawati, D.M. & Novriani, H., 2016. Faktor Risiko Dominan Penyakit Jantung Koroner Di Indonesi. Buletin Penelitian Kesehatan, Vol.44 No.3, pp.153-64.
  8. Indrawati, L., 2014. Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, Persepsi, Motivasi, Dukungan Keluarga Dan Sumber Informasi Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Tindakan Pencegahan Sekunder Faktor Risiko (Studi Kasus Di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Jurnal Ilmiah WIDYA, Vol. 2 No.3, pp.30-36.
  9. Indrawati, N.G.A., Mulyadi & Maykel, K., 2018. Hubungan Aktifitas Fisik dengan Tingkat Nyeri pada Pasien Sindrom koroner akut di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. e-Journal Keperawatan (e-Kp), Vo.6 No.1, pp.1-7.
  10. Long, D. et al., 2011. Harrison's Principles Of Internal Medicine. 18th ed. New York: McGraw-Hill.
  11. Mawardy, A., Pangemanan, J.A. & Djafar, D.U., 2015. Gambaran derajat Hipertensi Pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) di RSUP PROF.R.D. kandou Manado periode Januari-Desember 2014. Universitas Sam Ratulangi.
  12. Niluh, E.C. & et al, 2016. Gambaran Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Gagal Jantung yang Menjalani Rawat Inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Periode September-November. Jurnal e- Clinic (eCL).Universitas Sam Ratu Langi Manado, Vol.4 No.2.
  13. Pramadiaz, A.T., Fadil, M. & Mulyani, H., 2016. Hubungan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Sindrom Koroner Akut Pada Pasien Dewasa Muda Di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, FK UNAND, pp.330-34.
  14. Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: RI, Balitbang Kemenkes.
  15. Rosmiatin, M., 2012. Analisis Faktor-Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Wanita Lanjut Usia di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Depok: FIK UI.
  16. Supriyono, M., 2008. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Kelompok Usia< 45 Tahun. Universitas Diponegoro Semarang.
  17. Susilo, C., 2015. Identifikasi Faktor Usia, Jenis Kelamin Dengan Luas Infark Miokard Pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) Di Ruang ICCU RSD DR. Soebandi Jember. The Indonesian Journal Of Health Science, Vol.6 No.1, pp.1-7.
  18. Torry, S.R.V., Panda, A.L. & Ongkowijaya, J., 2014. Gambaran Faktor Risiko Penderita Sindrom Koroner Akut. Jurnal E-Clinic, Vol.2 No.1, pp.1-8.
  19. Tumade, B., Jim, E.L. & Joseph, V.F.F., 2014. Prevalensi Sindrom Koroner Akut di RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Manado Periode 1 Januari 2014-. Jurnal e-Clinic (eCI), Volume 4 No.1, pp.223-30.
  20. Budiman, Sihombing, R. & Pradina, P., 2015. Hubungan Dislipidemia, Hipertensi Dan Diabetes Melitus Dengan Kejadian Infark Miokard Akut. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, pp.32-37.
  21. Rahayu, M.S., 2015. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, pp.9-16.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-02-06
Published: 2019-03-28
Section: Artikel
Article Statistics: 175 115