PENYULUHAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN EKO ENZIM DI PPTQ AHMAD DAHLAN, DUSUN MOJOREJO, DESA KLITIK, WONOASRI, KABUPATEN MADIUN

Nurharibnu Wibisono* -  Universitas Merdeka Madiun, Indonesia
Henry Windrianto Darmoko -  Universitas Merdeka Madiun, Indonesia
Wira Ganet Aribowo -  Universitas Merdeka Madiun, Indonesia

DOI : 10.24269/adi.v9i1.9067

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pertama, mengadakan penyuluhan pelestarian lingkungan melalui penanganan sampah melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Kedua, melakukan pelatihan pembuatan eko enzim. Peserta penyuluhan dan pelatihan adalah para murid/santri PPTQ Ahmad Dahlan, Dusun Mojorejo, Desa Klitik, Wonoasri, Kabupaten Madiun. Di lingkungan PPTQ Ahmad Dahlan sudah dilaksanakan tugas piket untuk membersihkan lingkungan  pondok, kelas, kamar tidur dan toilet sehari 2x pagi dan sore. Namun kondisinya masih kurang rapi dan bersih. Para murid/santri sudah mengetahui masalah pelestarian lingkungan namun belum melaksanakan dengan baik. Para murid juga sudah mengetahui tentang eko-enzim, namun belum bisa membuatnya.  Selanjutnya diberikan materi pelestarian lingkungan dengan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dan cara pembuatan eko-enzim dari limbah sisa buah-buahan. Eko-enzim adalah cairan fermentasi formulasi dari gula/gula merah/tetes tebu, residu buah/sayuran serta air dengan perbandingan 1:3:10. Ekoenzim bermanfaat untuk pupuk cair tanaman dan dapat disemprotkan ke tanaman, pengusir hama, campuran sabun cuci dan pel lantai, dan pembersih air sungai.

Supplement Files

Keywords
Environmental Conservation and Eco-enzymes
  1. J. Pos, “Lingkungan-sekolah-asri-bisa-cerdaskan-hingga-turunkan-stres-anak.” [Online]. Available: https://www.jawapos.com/pendidikan/01371942/lingkungan-sekolah-asri-bisa-cerdaskan-hingga-turunkan-stres-anak
  2. Agus Zenal Mutaqin, “GEOAREA, Vol 1.No. 1_Mei 2018,” Geoarea, vol. 1, no. 1, pp. 32–36, 2018.
  3. P. Republik Indonesia, Undang-Undang 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Indonesia, 2006, pp. 1–39.
  4. S. Notoatmodjo, Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
  5. T. N. Garavan, “Training, development, education and learning: different or the same?,” J. Eur. Ind. Train., vol. 21, no. 2, pp. 39–50, 1997, doi: 10.1108/03090599710161711.
  6. N. Widiani and A. Novitasari, “Produksi Dan Karakterisasi Eco-Enzim Dari Limbah Organik Dapur,” BIOEDUKASI (Jurnal Pendidik. Biol., vol. 14, no. 1, p. 110, 2023, doi: 10.24127/bioedukasi.v14i1.7779.
  7. D. K. Kulon Progo, “dinas-koperasi-ukm-kabupaten-kulon-progo-kunjungi-rumah-eco-enzyme.” [Online]. Available: https://koperasi.kulonprogokab.go.id/detil/1323/dinas-koperasi-ukm-kabupaten-kulon-progo-kunjungi-rumah-eco-enzyme
  8. C. Arun and P. Sivashanmugam, “Investigation of biocatalytic potential of garbage enzyme and its influence on stabilization of industrial waste activated sludge,” Process Saf. Environ. Prot., vol. 94, no. C, pp. 471–478, 2015, doi: 10.1016/j.psep.2014.10.008.
  9. S. Eviningrum, N. Wibisono, and H. Agnyana, “Pengolahan Sampah 3R dan Pembuatan Ekoenzim pada Kelompok Tani Kedungmulyo , Desa Kedungjati , Kecamatan,” J. Daya Mas, vol. 9, no. September, pp. 79–85, 2024.

Full Text: Supp. File(s):
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (10KB)    Indexing metadata
Article Info
Submitted: 2024-03-15
Published: 2025-03-22
Section: Articles
Article Statistics: