PENINGKATKAN KONTROL SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Penulis

  • Siti Rohma Rostanti Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Setia Asyanti Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta https://orcid.org/0000-0002-1966-3459
  • Adelita Fristy Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.24269/adi.v8i1.5997

Abstrak

Memiliki karakteristik rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru dan sedang berada dalam proses mencari identitas diri, menjadikan  remaja sebagai golongan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Apalagi jika hidup di lingkungan yang memiliki kontrol sosial yang rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol sosial dari masyarakat sehingga mampu mencegah perilaku penyalahgunaan narkoba. Adapun metode pelaksanaannya adalah: 1) melakukan advokasi program pencegahan penyalahgunaan narkoba (P3N), 2) pembentukan Tim Kegiatan Masyarakat (TKM) dan 3) Psikoedukasi. Kontrol sosial yang awalnya minim menjadi meningkat melalui tahapan: (1) adanya kesadaran masyarakat bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba telah terjadi dan warga menyepakati perlunya program pencegahan penyalahgunaan narkoba, (2) adanya kegiatan siskamling di masyarakat yang dimonitor oleh TKM, (3) terjadi peningkatan secara signifikan pengetahuan pencegahan penyalahgunaan narkoba. (4) peran orangtua mengingatkan anak-anaknya yang bermain di luar rumah meningkat. Meskipun dampak nyata kontrol sosial belum dirasakan, namun keresahan warga menurun seiring adanya siskamling dan menurunnya jumlah remaja yang bermain di luar rumah pada malam hari. Kegiatan siskamling sebagai salah satu bentuk kontrol sosial perlu dilanjutkan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Setia Asyanti, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Fakultas Psikologi UMS

Referensi

[1] I. Wicaksana, Saya Ketagihan Lexotan. Dalam Kedaulatan Rakyat,10 Januari 1999, 1990.
[2] D. Holmes, Abnormal Psychology. New York; Harper Collins Publishers, 1996.
[3] D. Hawari, Al-Quran, Ilmu kedokteran jiwa dan Kesehatan jiwa. Yogyakarta: PT. Dana Bakti Prima Yasa, 1998.
[4] BNN, “kasus penyalahgunaan narkoba di Batanghari,” 2022. https://batangharikab.bnn.go.id
[5] M. Masjkur, “Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja Dalam Perspektif Islam,” Tuhfah J. Keislam., vol. 5, no. 9, pp. 77–113, 2016.
[6] A. Ariwibowo, “Tinjauan Kriminologis Terhadap Penyalahgunaan Psikotropika Dan Penanggulangannya Di Kalangan Remaja di Jambi,” Law Reform, vol. 6, no. 2, pp. 41–54, 2011. https://doi.org/10.14710/lr.v6i2.12499
[7] D. Bhattacharjee, A. K. Rai, N. . Singh, P. Kumar, S. M. Munda, and B. Das, “Psychoeducation: A Measure To Strengthenpsychiatric Treatment,” Delhi Psychiatry J., vol. 14, no. 1, pp. 1–33, 2011. https://www.researchgate.net/profile/Pradeep-Kumar-168/publication/256090741_Psychoeducation_A_Measure_to_Strengthen_Psychiatric_Treatment/links/5d3fdf2a299bf1995b56179b/Psychoeducation-A-Measure-to-Strengthen-Psychiatric-Treatment.pdf
[8] A. Hanifah and N. Unayah, “Mencegah dan Menanggulangi Penyalahgunaan Napza Melalui Peran Serta Msyarakat,” Informasi, vol. 16, no. 1, pp. 33–46, 2011. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Mencegah+dan+Menanggulangi+Penyalahgunaan+Napza+Melalui+Peran+Serta+Msyarakat%2C&btnG=
[9] A. Arain et al., “Pilot Study: Combining Formal And Peer Educaton Wirh Fibroscan To Increase HCV Screening And Treatment In Persons Who Use Drugs,” J. Subst. Abuse Treat., vol. 67, pp. 44–49, 2016. https://doi.org/10.1016/j.jsat.2016.04.001
[10] P. P. Saputra, “Peningkatan Kontrol Sosial Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Napza,” J. Soc., vol. 5, no. 1, pp. 69–89, 2017. https://doi.org/10.33019/society.v5i1.21
[11] R. . Horton, Drainage basin characteristics. Union, 2000.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-01

Terbitan

Bagian

Articles