MEASURING JUSTICE IN THE SETTLEMENT OF KALURAHAN LAND DISPUTES: AN AGRARIAN LAW PERSPECTIVE
DOI:
https://doi.org/10.24269/ls.v8i2.9431Abstract
The Special Region of Yogyakarta (DIY) has a special status in land management based on Law No. 13/2012, giving it greater authority in land utilization. Kasultanan and Kadipaten lands are recognized as property rights for the welfare of the community. However, misuse of land licenses has become a serious problem, triggering land conflicts and threatening the environment and the rights of local communities. The research method includes legal (regulatory analysis) and sociological (empirical data) approaches. Primary data was obtained from the community, while secondary data came from legal materials. Case studies were conducted in 4 districts and 1 city in Yogyakarta, focusing on land use permits. Data were collected through document studies, interviews, and observations, then analyzed qualitatively. The research lasted for three months. The origin of land tenure in Yogyakarta dates back to the 1755 Treaty of Gianti, with different histories for Sultanate, Duchy and Kalurahan lands. After independence, Yogyakarta was given agrarian autonomy. Dualism in agrarian law led to uncertainty, triggering corruption and conflict. Regulatory reform, transparency and community participation are needed to address land permit abuse and realize equitable management. The main challenge is the misuse of land licenses, which often involves corruption. Regulatory reform, legal harmonization, institutional strengthening, law enforcement, technology utilization, and strengthening legal culture are needed to address this issue. These efforts aim to realize a fair, transparent and sustainable land management system, involving all relevant parties.
Downloads
References
Anita, A., Rusfandi, R., & Triasavira, M. (2022). Pencegahan Alih Fungsi Lahan Serta Penataan Ruang Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Jendela Hukum, 9(1), 93–106. https://doi.org/10.24929/fh.v9i1.2052
Benuf, K., & Azhar, M. (2020). Metodologi Penelitian Hukum sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer. Gema Keadilan, 7(1), 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.2020.7504
Earlene, F., & Djaja, B. (2023). Implikasi kebijakan reforma agraria terhadap ketidaksetaraan kepemilikan tanah melalui lensa hak asasi manusia. Tunas Agraria, 6(2), 152–170. https://doi.org/10.31292/jta.v6i2.223
Febriansyah, F. I., Saidah, S. E., & Anwar, S. (2021). Program Pemerintah Tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kenongomulyo. YUSTITIABELEN, 7(2), 213–229. https://doi.org/10.36563/yustitiabelen.v7i2.361
Huda, N., & Wandebori, H. (2021). Problematika Transformasi Sertipikasi Tanah Digital. Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan, 1(1), 17–28. https://doi.org/10.31292/jm.v1i1.7
Krismantoro, D. (2022). Kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Tanah: Reforma Agraria di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 6(3), 6031–6042.
MARKUAT, M. (2022). Dampak Penetapan Lockdown Bagi Sebuah Negara Dalam Pemenuhan Kebutuhan Berdasarkan Asas Keadilan. JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia), 3(1), 80. https://doi.org/10.61689/jpehi.v3i1.336
Mono, A., & Samaloisa, R. (2022). Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa di Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman. TheJournalish: Social and Government, 3(2), 113–121. https://doi.org/10.55314/tsg.v3i2.259
Pambudi, A. S. (2023). Capaian, Tantangan Implementasi, Dan Rekomendasi Kebijakan Perhutanan Sosial Di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 6(2), 74–94. https://doi.org/10.33701/jkp.v6i2.3551
Permadi, I. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Pemilik Tanah Akibat Kejahatan Mafia Tanah. Jurnal Ius Constituendum, 8(2), 310.
Purnomo, H. (2022). Pengakuan Hak Milik Atas Tanah Kasultanan Dan Tanah Kadipaten. Wicarana, 1(1), 71–92. https://doi.org/10.57123/wicarana.v1i1.17
Riswati. (2022). Implementasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah Berbasis Digitalisasi Teknologi Di Indonesia. Jurnal Media Birokrasi, 3(2), 294–322. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.294-322
Sinaga, E. P., & Rini, T. D. (2022). Pelemahan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pemanfaatan Dan Pengembangan Tanah Kas Desa (Studi Kasus di Kalurahan Srimulyo, Kapenewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta). GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta), 3(2), 132–148. https://doi.org/10.47431/governabilitas.v3i2.215
Sukmawati, P. D. (2022). Hukum Agraria Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 2(2), 89–102. https://doi.org/10.23887/jih.v2i2.1015
Susatyo, F. A., Oksavina, M. B., & Purnomo, H. (2024). Konsep Penyelesaian Sengketa Pertanahan Di Indonesia Berlandaskan Prinsip Keadilan Restoratif. Jurnal Hukum Dan Dinamika Masyarakat, 22(1), 79–89.
Tetama, A. R. (2023). Politik hukum pendaftaran tanah elektronik pasca undang-undang cipta kerja. Tunas Agraria, 6(1), 30–40. https://doi.org/10.31292/jta.v6i1.201
Wahyudi, H., Widodo, & Arba. (2023). Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelesaian Administrasi Pertanahan. Mimbar Keadilan, 16(2), 139–155.
Wahyuni, H., Mujiburohman, D. A., & Kistiyah, S. (2021). Penanganan Sengketa Penguasaan Tanah Hak Adat Melalui Peradilan Adat Sumatera Barat. Tunas Agraria, 4(3), 352–369. https://doi.org/10.31292/jta.v4i3.150
Wirawan, V. (2019). Kajian Tertib Administrasi Pertanahan Terhadap Sultan Ground dan Pakualaman Ground Setelah Berlakunya Perdais Daerah Istimewa Yogyakarta Bagi masyarakat dan bangsa Indonesia pada umumnya diyakini bahwa tanah bersatu sebagai Bangsa Indonesia dan merupakan. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 6(2), 1–25.
Wirawan, V. (2022). Alternatif Upaya Pencegahan Kejahatan Mafia Tanah Dalam Perspektif Hukum Administrasi Pertanahan. Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 47–58. https://doi.org/10.24269/ls.v7i1.6195
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Legal Standing : (Jurnal Ilmu Hukum) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
.png)