PERLINDUNGAN HUKUM INTERNET SERVICE PROVIDER TERHADAP PENYALAHGUNAAN BANDWIDTH PADA PRODUK HOME IDPLAY

Retno Apriyani Tijas* -  Universitas Stikubank, Indonesia
Arikha Saputra -  Universitas Stikubank, Indonesia

DOI : 10.24269/ls.v7i1.5605

Many Indonesian people use internet services, one of which is by registering for installation at home from the company PT. Trans Indonesia Supercorridor, this company is a solution to access broadband internet connection. One of the products from PT. Trans Indonesia Supercorridor is a product of Idplay. Some consumers intentionally default on PT. Trans Indonesia Supercorridor by reason of wanting to seek more profit with not much capital, such as reselling the internet it uses to other people, where in the agreement consumers are prohibited from reselling it to other people. The research method used is normative legal research. Based on the specifications of this paper which uses an in concerto research method, the data analysis used is a qualitative approach to secondary data, which means that it includes the content and structure of positive law. Protection carried out by PT. Trans Indonesia Supercorridor (TIS). namely preventive protection such as by reprimanding Mr. X, then PT.TIS also performs repressive protection, namely by terminating Mr. X's internet cable network. The form of sanctions given by PT.TIS to consumers is to ask for compensation by make payments due to bandwidth abuse, but if consumers cannot make compensation in the form of payments according to the amount of losses suffered by PT. TIS then the action taken by PT.TIS is to withdraw the device (ONU) to the consumer.

Keywords
Perlindungan Hukum, Internet Service Provider, Penyalahgunaan Bandwidth, Home Idplay.
  1. Ali, A. (2017). Menguak Tabir Hukum. Jakarta: Kencana.
  2. Cahyani, I. D. (2010). Sistem Keamanan Enkripsi Secure Shell Untuk Keamanan Data. Jurnal Hukum, 8(1), 6.
  3. Febriansyah, F. I. (2016). Keadilan Berdasarkan Pancasila (Dasar Filosofis dan Ideologis Bangsa). Yogyakarta: Deepublish.
  4. Hadjon, P. M. (2007). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia. Surabaya: Peradaban.
  5. Ibrahim, J., & Sewu, L. (2007). Hukum Bisnis Dalam Persepsi Manusia Modern. Bandung: PT. Refika Aditama.
  6. Ikhwan, A. (2021). Metode Penelitian Dasar (Mengenal Model Penelitian dan Sistematikanya). Tulungagung: STAI Muhammadiyah Tulungagung.
  7. Jaya, P. (2007). Politik Hukum. Semarang: Undip Press.
  8. Lukman, S., & Yahyanto, Y. (2016). Pengantar Ilmu Hukum. Setara Press.
  9. Mertokusumo, S. (2008). Ilmu Hukum. Yogyakarta: Liberty.
  10. Miru, A. (2007). Hukum Kontrak dan Perancangan Kontrak. Jakarta: Rajawali Pers.
  11. Miru, A., & Pati, S. (2011). Hukum Perikatan (Penjelasan Makna Pasal 1233 Sampai 1456 BW). Jakarta: Rajagrafindo Persada.
  12. Onong, U. E. (2004). Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  13. Peraturan Pemerintah RI. Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) (2016).
  14. Permen Komunikasi dan Informatika No 1. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 13 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraa Jasa Telekomunikasi (2021).
  15. Permen Komunikasi dan Informatika No 6. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (Internet Protocol Television) (2017).
  16. Permen Nomor 52. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (2000).
  17. Sasongko, W. (2007). Ketentuan-Ketentuan Pokok Hukum Perlindungan Konsumen. Bandar Lampung: Universitas Lampung.
  18. Siti, R. (2008). Internet : Pengertian, sejarah, fasilitas, dan Koneksinya. Yogyakarta: Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga.
  19. Sitompul, A. (2004). Hukum Internet (Pengenalan Mengenai Masalah Hukum di Cyberspace). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  20. Sutaryo. (2008). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Karunika.
  21. Talika, F. T. (2016). Manfaat Internet Sebagai Media Komunikasi Bagi Remaja di Desa Air Mangga Kecamatan Laiwui Kabupaten Halmahera Selatan. E-Journal “Acta Diurna,” 5(1).
  22. Triyono, J. (2011). Konsep Membangun Internet Gratis Untuk Masyarakat Dengan Memanfaatkan Bandwidth Tidur Korporasi. Jurnal Teknologi, 4(2).
  23. UU No. 36. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (1999).
  24. Zulfi, C. (2005). Aspek Hukum Perjanjian Melalui Internet. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-07-21
Published: 2022-10-26
Section: Articles
Article Statistics: