ANALISA CAMPURAN MINYAK PLASTIK DENGAN PERTAMAX TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG HONDA BEAT 2011

wawan putra* -  Universitas Muhammadiyah Ponorogo

DOI : 10.2426/10.24269

Minyak plastik merupakan hasil konversi limbah plastik menjadi bahan bakar minyak. Penggunaan minyak limbah plastik bukan langsung pada pemakaian 100%, namun perlu adanya takaran yang tepat agar dapat digunakan sebagai campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu beberapa variasi yang dilakukan secara berturut-turut kepada subjek yang sama dan mengetahui performa dan emisi gas buang pada sepeda motor dengan komposisi campuran pertamax dan minyak plastik dan memiliki kode CP10 (pertamax 90% + minyak plastik 10%), CP20 (pertamax 80% + minyak plastik 20%), dan CP30 (pertamax 70% + minyak plastik 30%). Hasil dari semua pengujian torsi tertinggi terjadi pada campuran CP30 sebesar 14,593 N.m pada rpm 3000 dan hasil daya tertinggi pada campuran CP30 sebesar 7,1 K.w pada rpm 5000. Pada hasil pengujian emisi gas buang CO yang terbaik terjadi pada campuran CP10 dengan kadar emisi 1.69% pada rpm 5500 sedangkan hasil pengujian emisi gas buang HC yang terbaik ada pada campuran CP10 yaitu 81 ppm pada rpm 5500. Semakin kecil kadar emisi gas buang CO dan HC maka semakin irit pada bahan bakar dan pembakaran juga lebih sempurna.
  1. Ningrat, A. A. W. K., Kusuma, I. G. B. W., & Adnyana I. W. B. (2016). Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Akselerasi Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Bertransmisi Otomatis, 2(1), 59-67.
  2. Suyanto, Wardan. (1989). Teori Motor Bensin. Jakarta: P2LPTK.
  3. Rahardjo, Winarno Dwi dan Karnowo. (2008). Mesin Konversi Energi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
  4. Ginting. M. S. (2017). Teknik, “Analisa Performa Motor Berbahan Bakar Premium Dan Motor Berbahan Bakar Pertamax”. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
  5. Fitriyanto I. E. (2016). Pengaruh Campuran Minyak Plastik Low Density Polyethilene Dengan Pertalite Terhadap Performa Mesin Sepeda Motor. Universitas Negeri Semarang.
  6. Sudirman, Urip. (2011). Jurus-jurus Mengehemat BBM. Bandung : Tri Niti Masa.
  7. U. B. Surono. (2013). “Berbagai Metode Bahan Bakar Minyak Berbagai Metode Konversi Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak,” Jurnal Teknik Universitas Janabadra, vol. 3, no. 1, pp. 32–40.
  8. Suharto. (2010). "Rancangan Produk Bahan Plastik Daur Ulang Sebagai Upaya Peningkatan Industri Kreatif". Jurnal. Politeknik Negeri Semarang. Jawa Tengah. Semarang.
  9. Pratama A. W., Rizky S. (2020). "Uji Karakteristik Laju Pembakaran Dan Angka Oktan Bahan Bakar Polypropylene Cair Hasil Pemurnian Proses Distilasi Absorsi Dengan Variasi Campuran Oktan Booster." Jurnal Mesin dan Teknologi Manufaktur. Vol. 1. No. 1. Politeknik Negeri Jember.
  10. Ariawan I. W. B., Kusuma I. G. B W. (2016). “Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Unjuk Kerja Daya, Torsi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Bertransmisi Otomatis”. Jurnal METTEK Vol. 2 No. 1. Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran.
  11. Bahtiar F. Z. (2015). “Campuran Minyak Limbah Plastik (Low Density Waste Polyethilene Oil) Dengan Premium Dan Pertamax Terhadap Emisi Gas Buang Sepeda Motor,” Jurusan Fakultas Teknik Mesin, Universitas Negeri Semarang, pp. 1–61.
  12. Nurdin, E., Putra, W., & Winangun, K. (2021). PENGARUH JENIS BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MOBIL DAIHATSU ZEBRA 1.3. AutoMech : Jurnal Teknik Mesin, 1(01). Retrieved from http://journal.umpo.ac.id/index.php/JTM/article/view/4090

Full Text:
Article Info
Submitted: 2022-06-14
Published: 2022-06-15
Section: Articles
Article Statistics: