Penguatan Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Toraja

Authors

  • Priska Efriani Luansi Ero Universitas Negeri Yogyakarta
  • I Bandong Universitas Terbuka
  • Muhammad Ali A Universitas Terbuka
  • Ali Mustadi Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.24269/jpk.v9i1.8278

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu jenis literasi dasar yang dikembangkan di SD untuk mengembangkan keterampilan anak dalam memahami dan bersikap atas budaya sebagai identitas diri dan bangsa. Pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar berbasis budaya dan kearifan lokal merupakan sebuah strategi untuk mengembangkan literasi budaya. Kearifan lokal merupakan pengetahuan, pandangan, sikap, dan keyakinan dari suatu kelompok sebagai bentuk penyesuaian terhadap alam, lingkungan sosial, dan budaya   dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik bahan ajar; menganalisis kelayakan, kepraktisan, kemenarikan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Model pengembangan yang digunakan ialah 4D yang terdiri dari define, design, develop, dan deseminate. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal yang diintegrasikan dalam bahan ajar berasal dari penghayatan akan filosofi budaya suku Toraja seperti makna upacara kematian Rambu Solo sebagai sarana membagi kasih dan memupuk persatuan; pemaknaan pada makna arsitektur alang; dan filosofi Gusean. Hasil validasi bahan ajar mencapai persentasi 98% dengan kategori sangat layak; kepraktisan produk mencapai presentasi 98%; rata-rata kemenarikan bahan ajar menurut penilaian siswa sebesar 3.7 dari skala 4. Oleh karena itu, penguatan literasi budaya melalui strategi bahan ajar berbasis kearifan lokal di sekolah sangat penting untuk merekonstuksi pengetahuan siswa serta membantu menghayati nilai warisan budaya dengan pendekatan pengalaman langsung yang kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abas, A., Aziz, A., & Awang, A. (2022). A Systematic Review on the Local Wisdom of Indigenous People in Nature Conservation. Sustainability (Switzerland), 14(6). https://doi.org/10.3390/su14063415
Benaziria, B. (2018). Pengembangkan Literasi Digital pada Warga Negara Muda dalam Pembelajaran PPKn melalui Model VCT. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 11. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8331
Desyandri, D. (2018). Nilai-Nilai Kearifan Lokal untuk Menumbuhkembangkan Literasi Budaya di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 27(1), 1–9. https://doi.org/10.17977/um009v27i12018p001
Faizin. (2018). Literasi Budaya Lokal Untuk Meminimalisir Gegar Budaya Pemelajar Bipa. Prosiding SENASBASA, 116–124.
Iasha, V., Sumantri, M. S., Sarkadi, S., & Rachmadtullah, R. (2018). Development Media Interactive Learning in Education Pancasila and Citizenship Education to Improve Tolerance of Students in Elementary School. 251(Acec), 311–314. https://doi.org/10.2991/acec-18.2018.71
Ilhami, A. (2019). Kontribusi Budaya Lokal Terhadap Literasi Lingkungan : Studi Kasus di SMP Pandam Gadang Sumatera Barat. Journal of Natural Science and Integration, 2(2), 1. https://doi.org/10.24014/jnsi.v2i2.7788
Jerome, L., & Elwick, A. (2020). Teaching about terrorism, extremism and radicalisation: some implications for controversial issues pedagogy. Oxford Review of Education, 46(2), 222–237. https://doi.org/10.1080/03054985.2019.1667318
Kapitan, Y. J., Harsiati, T., & Basuki, I. A. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Cerita Fantasi Bermuatan Nilai Pendidikan Karakter di Kelas VII. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(1), 100–106.
Kemendikbud. (2017). Materi Pendukung Literasi Budaya Dan Kewargaan. Dalam Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. Jakarta: Kemendikbud.
Latifah, U. H., & Widjajanti, D. B. (2017). Pengembangan bahan ajar statistika dan peluang berbasis multiple intelligences berorientasi pada prestasi, pemecahan masalah, dan rasa ingin tahu. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(2), 176. https://doi.org/10.21831/jrpm.v4i2.13083
Lestariningsih, N., & Suardiman, S. P. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Tematik-Integratif Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Karakter Peduli Dan Tanggung Jawab. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1). https://doi.org/10.21831/jpk.v7i1.15503
Lickona, Thomas. (2016). Character Matters: How to Help Our Children Develop Good Judgement, Integrity, and Other Essential Virtues. New York: Simon & Schuster.
Lickonna, T. (1992). Education for Character, How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Mohammadi, M. (2023). Digital information literacy, self-directed learning, and personal knowledge management in critical readers: Application of IDC Theory. Research and Practice in Technology Enhanced Learning, 19. https://doi.org/10.58459/rptel.2024.19004
Moran, M. C. (2007). Differentiated Literacy Coaching.
Novitasari, N. (2023). Pengembangan Media Buku Cerita Bergambar Berbasis Kearifan Lokal (BURITA-BERBEKAL) Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa SD Di Tarakan. Universitas Negeri Yogyakarta.
Nugraha, Y. (2019). Iklim Belajar Sebagai Pendukung Penerapan Model Pembelajaran Jatidiri Bangsa. CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1), 28–37. https://doi.org/10.36805/civics.v3i1.517
Priatna, I. K., Putrama, I. M., & Divayana, D. G. H. (2017). Development of e-module based on project-based learning model in videography subject for class x visual communication design students at SMK Negeri 1 Sukasada. Janapati: National Journal of Informatics Engineering Education, 6(1), 70–78.
Purnomo, H., & Wilujeng, I. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Dan Instrumen Penilaian Ipa Tema Indahnya Negeriku Penyempurnaan Buku Guru Dan Siswa Kurikulum 2013. Jurnal Prima Edukasia, 4(1), 67. https://doi.org/10.21831/jpe.v4i1.7697
Rabbani, S. R., Murni, S., & Hendriana, H. (2019). Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Dengan Tema “Penerapan Pembelajaran Realistic Mathematic Education Menggunakan Barang Bekas” Pada Guru Sekolah Dasar Bantaran Sungai Citarum. Abdimas Siliwangi, 2(2), 140. https://doi.org/10.22460/as.v2i2p140-146.3282
Rokmana Rokmana, Endah Noor Fitri, Dian Fixri Andini, Misnawati Misnawati, Alifiah Nurachmana, Ibnu Yustiya Ramadhan, & Syarah Veniaty. (2023). Peran Budaya Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Di Sekolah Dasar. Journal of Student Research, 1(1), 129–140. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i1.960
Rulyansah, A., & Sholihati, M. (2018). Pengembangan Modul Berbasis Kecakapan Hidup pada Pelajaran Matematika Sekolah Dasar. MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology, 3(2), 194. https://doi.org/10.30651/must.v3i2.2088
Shliakhovchuk, E. (2021). After cultural literacy: new models of intercultural competency for life and work in a VUCA world. Educational Review, 73(2), 229–250. https://doi.org/10.1080/00131911.2019.1566211
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanti, S., Saptya, R., & Permana, M. (2017). Pembelajaran Literasi Budaya Sunda Pada peseta Didik SD Bestari Utami Kabupaten Garut Jawa Barat. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 6(2), 106–110.
Tarigan, N. T. (2019). Pengembangan Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Curere, 02(02), 141–152.
Thiagarajan, S. (1974). Instructional Development for Training Teacher of Exceptional Children. Bloomington Indiana: Indiana University.
Wuyckens, G., Landry, N., & Fastrez, P. (2022). Untangling media literacy, information literacy, and digital literacy: A systematic meta-review of core concepts in media education. Journal of Media Literacy Education, 14(1), 168–182. https://doi.org/10.23860/JMLE-2022-14-1-12
Zhou, Y. (2023). The Factors, Individual and Cultural Difference of Competition Motivation on Students. Journal of Education, Humanities and Social Sciences, 8, 354–359. https://doi.org/10.54097/ehss.v8i.4273

Published

2024-02-29

How to Cite

Ero, P. E. L., Bandong, I., A, M. A., & Mustadi, A. (2024). Penguatan Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Toraja. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 9(1), 12–20. https://doi.org/10.24269/jpk.v9i1.8278

Issue

Section

Artikel