Fenomena Marriage is Scary Dilihat dari Perspektif Kestabilan Finansial Generasi Muda
DOI:
https://doi.org/10.24269/asset.v8i2.12484Keywords:
generasi muda, kestabilan finansial, marriage is scaryAbstract
Fenomena marriage is scary menjadi isu yang cukup kuat di kalangan generasi muda, terutama karena munculnya rasa takut terhadap perceraian, ketidaksetiaan, serta ketidaksiapan dalam menghadapi tanggung jawab rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dari sisi kestabilan finansial generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada sejumlah subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor finansial dipandang sebagai aspek paling dominan dalam menentukan kesiapan menikah generasi muda. Beberapa indikator yang dianggap penting dalam kestabilan finansial mencakup penghasilan tetap, pengeluaran yang terkontrol, kemampuan mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta adanya tabungan atau dana darurat. Selain itu, gaya hidup sederhana dan kebiasaan mengelola keuangan dengan baik turut mendukung kestabilan finansial, sementara rendahnya literasi keuangan justru memperkuat kecemasan terhadap pernikahan. Faktor eksternal, seperti paparan media sosial yang sering menyoroti kegagalan rumah tangga, serta tekanan sosial yang menuntut menikah pada usia tertentu, semakin memperbesar keraguan generasi muda. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fenomena marriage is scary terbentuk melalui interaksi faktor internal dan eksternal, dengan kestabilan finansial berperan sebagai faktor kunci yang memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap pernikahan.
Kata Kunci : Generasi Muda, Kestabilan Finansial, Marriage Is Scary
Downloads
References
Riswandi, R., Surahman, C., & Nugraha, R. H. (2025). Analisis Perspektif Mahasiswa Muslim Gen-Z Terhadap Isu Marriage Is Scary. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(1), 10–25.
Safitri, L. A., & Dewa, C. B. (2022). Analisa Pengaruh Literasi Keuangan Melalui Media Sosial Instagram Terhadap Pengelolaan Keuangan Generasi-Z. ASSET: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 5(2). https://doi.org/10.24269/asset.v5i2.6030
Mardiani, N. F., Wijayanto, H., & Santoso, E. (2020). Pengaruh Persepsi Kualitas Informasi, Gaya Hidup, dan Kepercayaan Merek terhadap Keputusan Pembelian Tas Sophie Martin Paris di Ponorogo. ASSET: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(1). https://doi.org/10.24269/asset.v3i1.2703
Arifudin, O., Juhadi, Sofyan, Y., Tanjung, R., & Rusmana, F. D. (2021). Pengaruh Kelas Sosial, Pengalaman dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Penggunaan Kartu Kredit. Ilmiah MEA, 5(1), 286–298. http://www.journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/868/381
Bialowolski, P., Makridis, C. A., Bradshaw, M., Weziak-Bialowolska, D., Gundersen, C., Le Pertel, N., Gibson, C., Jang, S. J., Padgett, R. N., Johnson, B. R., & VanderWeele, T. J. (2025). Analysis of Demographic Variation and Childhood Correlates of Financial Well-Being Across 22 Countries. Nature Human Behaviour, 9, 917–932. https://doi.org/10.1038/s41562-025-02207-4
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sherlly Nur Cahyati, Tri Ratna Pamikatsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License
Use of the article will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently published under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
This license permits anyone to copy and redistribute this material in any form or format, compose, modify, and make derivatives of this material for any purpose, including commercial purposes, as long as they give credit to the author for the original work.







.png)




