Reader Comments

Panduan Praktis Budidaya Belut

by Candra Pokorny (2020-10-15)


Belut sebagai salah satu komoditas perikanan sebagian besar memang mengandalkan tangkapan alam. Budi daya belut memang sangat mudah bagi sebagian orang yang telah menguasai seluk-beluk tekniknya. Namun, budi daya belut bukan tanpa kendala. Salah satu kendala yang dialami pembudidaya belut adalah minimnya persediaan bibit. Bibit belut yang beredar di pasaran, masih mengandalkan benih hasil tangkapan alam yang jumlahnya terbatas, bersifat musiman, serta tidak dapat menjamin secara kualitas dan kontinuitas.

This Poor Chinese Man Woke Up Feeling Very Very Eel | Crime Crawlers36 Kehadiran predator sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali. Perlu diingat selain pakan, yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut di kolam atau tong ialah kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Bila terjadi perubahan, segera beri penetralisir. Suhu air optimal untuk beternak belut perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ultimate. Hanya dalam waktu four bulan sudah siap panen.

Di masa trial and error Fajar mencoba budidaya belut dengan memakai 6 drum kaleng yang dirangkai menjadi three drum berdiameter 80cm di pekarangan rumahnya seluas 800 meter persegi di bilangan Babakan Madang, Sentul Bogor, Jawa Barat dengan swamp eel breathing modal yang terbilang sangat minim hanya Rp 600 ribu. Dengan mengikuti cara konvensional yaitu menggunakan lumpur sebagai media pembesaran menurut Fajar hasil yang dirasa tidak seimbang dengan tenaga yang dikeluarkan selama masa pembesaran.

Budidaya belut masih potensial selain pangsa pasarnya masih terbuka, belut yang mengandung protein besar sangat digemari dari restoran warung makan cafe , swalayan atau pasar luar negeri. Untuk satu kilogramnya dipasaran mencapai 35 ribuan, kalau dijual ke pengepul mencapai 20 ribuan. Dari bibit satu kintal bisa menghasilkan 1 ton belut panen. Modal 25juta dalam empat bulan dapat menghasilkan uang 60jutaan keuntutngan bersih setelah dikurangi beban bisa mencapai 20juta, ternak belut jumlah angka yang menggiurkan.

Masalah permodalan pun bukan menjadi masalah utama dalam budidaya belut. Ini dikarenakan modal yang dibutuhkan dalam budidaya ini relatif murah. Anda pun dapat memanfaatkan pekarangan rumah Anda dalam budidaya ini. Ruang yang dibutuhkan pun relatif kecil, bahkan Anda juga dapat memulai budidaya belut dalam tong jika Anda tidak mempunyai pekarangan rumah yang luas. Alternatif lainnya adalah dengan memanfaatkan sawah. Dengan budidaya belut sawah, para petani dapat meraih kentungan ganda, yaitu hasil panen dari sawah dan hasil panen dari budi daya belut.

Prospek budidaya belut sungguh sangat cerah. Jika dilihat dari development permintaan pasar untuk belut yang selalu meningkat, dengan mudah dapat diprediksikan bahwa peluang bisnis ini cukup menjanjikan bagi para pengusaha kecil dan menengah, bahkan bagi para pemula yang hanya mempunyai modal usaha yang relatif kecil! Misalnya dengan ternak belut air bersih, atau mungkin budidaya belut parung, atau bahkan budidaya belut dalam tong sekalipun, Anda akan mendapatkan prospek keuntungan yang cukup baik, sehingga peluang bisnis ini adalah peluang bisnis yang patut untuk ditekuni.

Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan regular dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk U" dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.belut sawah adalah