Reader Comments

Pengertian Cum Laude

by area seoku (2019-11-06)


Biaya Kuliah - Adakah teman-teman pembaca pernah mendengar tiga pengertian Cum Laude, Magna Cum Laude, dan Summa Cum Laude? Ya, ketiga istilah itu diketahui sebagai gelar kehormatan latin yang diberikan ketika seseorang lulus dari sebuah universitas. Tapi, sebenarnya apa sih makna sesungguhnya dari ketiga jenis gelar kehormatan latin tersebut? Mari kita cari tahu bersama-sama pada artikel ini.

Apa itu gelar kehormatan latin lulus kuliah?

Gelar kehormatan latin merupakan gelar yang dipakai untuk membedakan level akademis di universitas ketika lulus dari kuliah. Mahasiswa yang mendapatkan gelar tersebut pastilah memiliki prestasi akademik diatas rata-rata mahasiswa lainnya. Gelar kehormatan latin ini umumnya tercatat di ijazah kelulusan.

Meski begitu, gelar kehormatan latin ini tidak diberikan begitu saja. Ada aturan main yang berlaku untuk mendapatkan gelar kehormatan ini, baik tesis/skripsi, nilai IPK, dan syarat-syarat lainnya – hal ini akan kita uraikan di bagian syarat mendapatkan gelar kehormatan latin.

Baca Juga : Beasiswa Untuk Mahasiswa S1

Di dunia, pemberian gelar kehormatan latin tingkat strata sarjana bukanlah hal umum. Walaupun beberapa negara (Amerika Serikat, Filipina, Indonesia, dan segelintir negara) memakainya.

Umumnya, gelar kehormatan latin diberikan kepada para lulusan pascasarjana, khususnya tingkat doktoral. Contohnya, negara Belanda memakai gelar kehormatan ini untuk lulusan diploma master.

Selain sistem gelar kehormatan latin, dunia akademis memiliki opsi sistem gelar pascasarjana Britania. Sistem gelar kehormatan ini juga digunakan secara luas di Irlandia, Britania Raya, dan Hongkong. Tentu saja, dalam pengaplikasiannya sistem ini memiliki beberapa variasi.

Mengetahui pengertian Cum Laude, Summa Cum Laude, dan Magna Cum Laude

Setelah mengetahui apa itu gelar kehormatan latin, sekarang waktunya bagi Anda untuk mengetahui pelevelan dari sistem gelar kehormatan latin. Pada umumnya, gelar kehormatan latin memiliki pelevelan tiga sampai empat tingkatan, yaitu: Cum Laude, Magna Cum Laude, Summa Cum Laude, Egregia Cum Laude, dan Maxima Cum Laude. Berikut penjelasan lima level gelar kehormatan tersebut.

  • Gelar kehormatan latin Cum Laude, berarti “dengan pujian/kehormatan. IPK yang dibutuhkan 3.40-3.59.
  • Gelar kehormatan latin Magna Cum Laude, berarti “dengan pujian/kehormatan besar”. IPK yang dibutuhkan 3.60-3.79.
  • Gelar kehormatan latin Summa Cum Laude, berarti “dengan pujian/kehormatan tertinggi”. IPK yang dibutuhkan 3.80 lebih.
  • Gelar kehormatan latin Egregia Cum Laude, berarti “dengan pujian/kehormatan luar biasa”. Gelar ini kadang-kadang dipakai untuk mengakui mahasiswa yang mendapat nilai layak seperti Summa, tapi sedang melakoni kurikulum gelar lebih ketat.
  • Gelar kehormatan latin Maxima Cum Laude, berarti “dengan pujian/kehormatan sangat besar”. Gelar ini sangat jarang digunakan, karena hanya lulusan dengan IPK 4.00 yang mendapatkannya.

Namun begitu, biasanya pelevelan gelar kehormatan latin yang digunakan di universitas hanya tiga: Cum Laude, Magna Cum Laude, dan Summa Cum Laude saja. Dua sisanya, jarang sekali digunakan dalam dunia akademisi.

Syarat meraih salah satu gelar kehormatan lulus kuliah

Teman-teman pembaca tentu bertanya-tanya mengenai apa yang dijadikan syarat untuk meraih gelar kehormatan latin itu? Apakah hanya nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3.50? Sayangnya, tidak sama sekali. Selain nilai IPK, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi untuk teman-teman mahasiswa/i yang ingin lulus dengan label Cum Laude. Apa sajakah itu? 

Baca Juga : Tips Beasiswa Chevening yang Harus Anda Tahu

Syarat Wajib Dapatkan Gelar Kehormatan Latin
Teman-teman wajib mendapatkan nilai IPK diatas 3.50, karena itu minimal 3.51 sudah bisa mendapatkan predikat Cum Laude (standar maksimal nilai IPK 4.00).
Teman-teman tidak pernah mengulang mata kuliah, satupun. Jadi semisal nilai IPK teman-teman sempurna (4.00), tapi pernah mengulang satu mata kuliah, maka teman-teman tidak bisa mendapatkan predikat gelar kehormatan latin ini.
Bagaimana dengan “mencuci nilai”? Teman-teman sebaiknya menanyakan hal ini ke Pembimbing Akademik (PA) masing-masing atau pihak kampus. Pada dasarnya “mencuci nilai” berarti mengulang kelas pada semester berikutnya.

Teman-teman wajib lulus tepat pada waktu minimal, atau lebih cepat, yang ditetapkan pihak universitas. Pada umumnya, program studi Diploma bisa ditempuh dalam waktu minimal 3 tahun (6 semester) dan program Sarjana bisa ditempuh minimal 4 tahun (8 semester). Jadi lewat dari waktu itu teman-teman takkan bisa mendapatkan gelar kehormatan latin.
Tips Taktis Mendapatkan Gelar Kehormatan Latin
Meskipun nilai tidak menjadi tujuan utama perkuliahan, tapi tidak ada salahnya bukan mengejar prestasi akademik? Karena untuk mendapatkan prestasi, teman-teman harus melakukannya dengan penuh perjuangan. Sebab tidak gampang mendapatkan gelar ini.

Teman-teman memenuhi syarat mendapatkan predikat Cum Laude. Jadi pastikan saja, teman-teman pembaca berhasil lulus semua matkul (mata kuliah) yang sedang berjalan. Pantau terus nilai supaya terus berjalan pada relnya. Sebisa mungkin, ingatlah selalu: jangan sampai terlambat menyelesaikan kuliah.
Teman-teman perlu mencari tahu syarat penilaian yang diberikan dosen. Hal ini perlu teman-teman lakukan selain berusaha menyerap ilmu dari dosen. Pasalnya, setiap dosen memiliki syarat penilaian tertentu yang menentukan nilai akhir yang didapatkan. Meskipun, pihak kampus memiliki standar nilai tersendiri.
Sebagai contoh, beberapa dosen mungkin akan mementingkan kehadiran penuh di kelas tanpa absen, pengumpulan tugas, dan kuis. Dengan begitu, nilai akhir UTS maupun UAS teman-teman tidak memiliki pengaruh mutlak dalam penentuan penilaian. Jadi, nilai UTS dan UAS bagis, nilai IPK-nya belum tentu bagus.

Teman-teman wajib aktif di kelas untuk melakukan diskusi, bertanya, dan menjawab pertanyaan. Ini bisa jadi memberikan poin tambahan buat teman-teman. Hal yang perlu teman-teman perhatikan adalah tidak perlu malu, tapi juga tidak perlu malu-maluin.
Diskusi dengan teman-teman dan senior di jurusan juga perlu dilakukan. Hal ini baik bagi kehidupan sosial teman-teman, sembari membicarakan tentang mata kuliah yang sedang berjalan. Mungkin teman-teman juga bisa meminjam buku sekalian?
Sebagai mahasiswa/i, teman-teman sebaiknya menambah wawasan kekinian dari koran, TV, maupun internet. Kenapa? Dosen lebih menyukai para mahasiswa/i-nya mengikuti perkembangan dunia dan menambah ilmu pengetahuannya dengan cara banyak membaca dan menonton. Kurang-kuranginlah jadi mahasiswa kutu buku textbook.
Silahkan cari contoh dari teori yang sedang teman-teman pelajari, kemudian kaitkan dengan perkembangan isu sekarang. Dengan begitu, dosen takkan segan-segan memberikan nilai lebih.

Teman-teman bisa mengejar poin tambahan yang diberikan dosen dalam bentuk tugas/proyek. Mungkin tugas/proyek ini bersifat tidak wajib, tapi akan mendapat poin jika dikerjakan. Jadi, ini peluang besar untuk mendapat bonus, dan ilmu.
Teman-teman jangan cuma fokus di mata kuliah yang susah atau mempunyai SKS besar saja. Namun, teman-teman harus bisa memastikan jika semua mata kuliah bisa dikuasai dan nilainya bagus.
Keuntungan mendapatkan gelar kehormatan

Sebelumnya sudah dibahas tentang apa itu gelar kehormatan latin dan syarat mendapatkannya. Pada bagian ini, akan dibahas mengenai keuntungan yang bisa didapatkan seorang mahasiswa dengan nilai IPK tinggi? Apakah hal ini akan memiliki imbas terhadap kehidupan akademis teman-teman pembaca sekalian

Pada kenyataannya iya, meskipun benefit yang didapatkan bukanlah hal mutlak yang datang saat itu juga. Kami telah merangkum dari berbagai sumber mengenai benefit dari mendapat nilai IPK tinggi, yaitu:

Memberi kemudahan bila ingin mengajukan beasiswa kampus
Teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa semasa kuliah, mau tak mau harus memiliki nilai IPK yang tinggi. Sebab pihak kampus, biasanya, tidak memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang biasa-biasa saja. Nilai beasiswa bisa teman-teman cukup lumayan, lebih-lebih bila teman-teman mendapatkan beasiswa terus setiap semester. Lumayan tidak perlu membayar uang SPP selama 8 semester kuliah https://www.selasar.com/question/25595/Bagaimana-Cara-Mendapatkan-Beasiswa-S1.

Namun untuk memperoleh semua itu, teman-teman diharuskan memiliki nilai IPK tinggi tiap semesternya. Beasiswa biasanya dikeluarkan oleh yayasan, perusahaan besar, atau program dari Kemendikti. Syaratnya, mahasiswa minimal mendapatkan IPK 3.00, tapi tidak ada salahnya untuk mendapat nilai IPK lebih tinggi.

Membantu lulus proses seleksi tahap berkas sewaktu penerimaan surat lamaran kerja
Setiap lulusan universitas tentu berharap bisa https://dev.to/beasiswas langsung mendapatkan kesempatan kerja. Sebelum mendapat pekerjaan, seseorang perlu memasukkan berkas-berkas lamaran untuk diseleksi pihak perusahaan. Pihak HRD perusahaan tak punya kemampuan untuk mengetahui keahlian yang teman-teman miliki. Sebab, pada tahapan awal melamar pekerjaan, teman-teman bisa menuliskan apapun tanpa perlu pembuktian.

Jadi nilai IPK teman-teman yang akan dijadikan acuan oleh pihak HRD dalam menyeleksi berkas lamaran. Itulah gambaran awal yang bisa menjelaskan kemampuan teman-teman – mulai dari kemampuan bersosialisasi, menggarap tugas sesuai instruksi dosen, dan disiplin menjaga konsistensi nilai. Memang nilai IPK tidak menjadi jaminan keahlian yang dimiliki seseorang, tapi setidaknya ada upaya khusus untuk mempertahankan nilai tidak anjlok terlalu jauh. Karenanya, aplikasi surat lamaran (CV) yang memiliki nilai IPK tinggi lebih dipertimbangkan daripada CV yang memiliki nilai IPK rendah atau biasa-biasa saja.

Bisa digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi ternama
Selulusnya dari kampus dengan gelar sarjana, beberapa orang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pasca sarjana atau S2. Nah, tentu saja, siapapun orangnya ingin melanjutkan pendidikannya di tempat yang terbaik.

Kampus-kampus ternama pasca sarjana rata-rata meletakkan minimal IPK di syarat penerimaan berkas.

Tapi itu biasanya tidak sendiri, sebab syarat IPK juga umumnya ikut dari akreditasi kampus sebelumnya. Misalnya, teman-teman berasal dari kampus dengan grade akreditasi A, maka IPK minimalnya hanya butuh 3.00. Sedangkan, jika teman-teman berasal dari kampus grade B, maka IPK minimal hanya butuh 3.25 dan 3.50 jika teman-teman berasal dari kampus grade C.

Nantinya, jika syarat ini tidak tercukupi, maka teman-teman tidak akan bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Itu berarti teman-teman gugur di tahap seleksi awal https://www.wantedly.com/users/122043333.

Bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan program beasiswa pada jenjang pendidikan selanjutnya
Jika sebelumnya teman-teman mendapatkan beasiswa saat masih menempuh pendidikan sarjana, maka IPK tinggi (Cum Laude) bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan beasiswa saat S2. Hal ini penting, sebab walaupun program pasca sarjana itu lebih singkat (dua tahun) tapi biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan program sarjana. Jadi beasiswa menjadi salah satu bagian penting juga dalam program ini. Jika IPK yang teman-teman miliki cukup tinggi dengan gelar kehormatan latin juga, maka bisa dipastikan 60% teman-teman akan mendapatkan beasiswa tersebut. Bahkan jika beruntung, teman-teman bisa melanjutkan program pasca sarjana di luar negeri, di universitas Malaysia, misalnya.

Ini semua menjadi syarat mutlak bagi para pencari program beasiswa pasca sarjana dalam dan luar negeri. Bahkan kemampuan TOEFL teman-teman takkan bisa menolong untuk mengkatrolnya, walaupun nilainya tinggi dan mumpuni. Jadi, jangan turunkan nilai IPK teman-teman, bahkan jika perlu dapatkan gelar kehormatan latin.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Jurusan Kuliah Agar Bermanfaat

Demikianlah artikel tentang pengertian Cum Laude, Magna Cum Laude, dan Summa Cum Laude. Semoga bermanfaat buat teman-teman.