PENINGKATAN LITERASI DIGITAL PEMBIAYAAN NON-BANK SYARIAH PADA UMKM DESA KENONGO

Penulis

  • fitri Nur Latifah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo https://orcid.org/0000-0001-6121-5812
  • Farikh Marzuqi Muammar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Ruli Astuti Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Noer Putri Alisya Setiawati Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.24269/adi.v9i2.12028

Abstrak

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan vital dalam perekonomian Indonesia. Namun, UMKM, khususnya sektor mikro dan kecil, kerap terkendala dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan tradisional. Pembiayaan syariah non-bank hadir sebagai solusi alternatif yang inklusif dan selaras dengan prinsip syariah. Kegiatan pengabdian masyarakat dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital UMKM di Desa Kenongo terkait pembiayaan non-bank syariah. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan tiga tahapan utama: (1) Sosialisasi intensif mengenai konsep dan jenis pembiayaan syariah non-bank; (2) Pelatihan praktis tentang penggunaan platform digital untuk mengakses pembiayaan syariah (seperti fintech syariah), serta pengelolaan keuangan usaha; dan (3) Pendampingan personal dalam proses pengajuan pembiayaan pada lembaga keuangan non-bank syariah (misalnya fintech syariah, koperasi syariah, dan BMT). Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan UMKM, serta wawancara mendalam untuk mengidentifikasi tantangan dan harapan mereka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital dan pemahaman UMKM. Terdapat peningkatan rata-rata pemahaman sebesar 38,67% mengenai produk pembiayaan syariah non-.bankPeningkatan ini berkontribusi pada inklusi keuangan syariah dan keberlanjutan UMKM.

 Kata kunci: UMKM, Literasi Digital, Pembiayaan Syariah, Non-Bank, Pengabdian Masyarakat

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] B. Wardhana, M. A. Mukminin, I. Syafira, R. Isnawati, and F. N. Latifah, “Wo men ’ s empowering through sharia crowdfunding,” vol. 05, no. 01, pp. 15–20, 2020.
[2] E. Vol, F. Ekonomi, B. Universitas, and I. Malang, “Peran Fintech Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah Di Batam,” J. Ris. Akunt. dan Bisnis, vol. 08, no. 04, pp. 90–104, 2022, doi: 10.30596/11656.
[3] M. M. Syafitri and F. N. Latifah, “Fintech Peer To Peer Lending Berbasis Syariah Sebagai Alternatif Permodalan UMKM Sidoarjo,” J. Ilm. Ekon. Islam, vol. 9, no. 01, pp. 1438–1447, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/8482
[4] R. U. Al-Hashfi and A. S. Zusryn, “Exploring Islamic Peer-To-Peer Lending for the Unbankable,” Airlangga Int. J. Islam. Econ. Financ., vol. 2, no. 2, p. 71, 2020, doi: 10.20473/aijief.v2i2.20648.
[5] M. L. N. Rosmadi, “Penerapan Strategi Bisnis di Masa Pandemi Covid-19 Jurnal IKRA-ITH Ekonomika Vol 4 No 1 Bulan Maret 2021,” J. IKRA-ITH Ekon., vol. 4, no. 1, pp. 122–127, 2021.
[6] F. N. Latifah, N. Adriani, N. Ariyanti, and S. S. Batubara, “Analysis of MSME Capital Using Sharia Fintech Peer to Peer Lending,” Perisai Islam. Bank. Financ. J., vol. 7, no. 2, pp. 312–325, 2023, doi: 10.21070/perisai.v7i2.1696.
[7] Darmansyah, B. A. Fianto, A. Hendratmi, and P. F. Aziz, “Factors determining behavioral intentions to use Islamic financial technology: Three competing models,” J. Islam. Mark., vol. 12, no. 4, pp. 794–812, 2020, doi: 10.1108/JIMA-12-2019-0252.
[8] F. N. Latifah, M. R. Maika, and M. Masruchin, “Pembukuan dalam Perspektif Islam Studi Kasus Pembukuan Bagi Wirausaha Pemula Ibu Rumah Tangga Desa Kenongo,” Perisai Islam. Bank. Financ. J., vol. 1, no. 2, p. 117, 2017, doi: 10.21070/perisai.v1i2.878.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-10

Terbitan

Bagian

Articles