MODEL PENGUATAN SOLIDARITAS JEMAAT MELALUI AKSI SOSIAL PEMBAGIAN SAYUR: KOLABORASI MAHASISWA KPK FISKOM UKSW DENGAN GBI OLA ET LABORA BUKSULING SALATIGA
DOI:
https://doi.org/10.24269/adimas.v10i1.11629Abstrak
Di era modern dengan masyarakatnya yang individualis, solidaritas sosial menjadi aspek utama dalam memperkuat hubungan antarindividu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun solidaritas jemaat melalui aksi sosial pembagian sayur, oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bersama Gereja Bethel Indonesia (GBI) Ola et Labora Buksuling, Salatiga. Kegiatan berfungsi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat kebersamaan serta kepedulian dalam komunitas gereja. Analisis menggunakan pendekatan interdisipliner, mengacu pada teori solidaritas sosial Émile Durkheim, teori religiusitas Glock & Stark, serta teori hierarki kebutuhan Maslow. Solidaritas sosial tercermin dalam aksi kolektif yang mempererat hubungan antarjemaat melalui pembagian sayur, sementara religiusitas menjadi faktor pendorong keterlibatan individu dalam tindakan prososial. Selain itu, teori Maslow menunjukkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial jemaat. Pelaksanaan program melalui metode Participatory Action Research (PAR) mencakup tahapan: planning, action, dan member checking. Planning melalui Focus Group Discussion (FGD) dan observasi lapangan untuk menentukan sasaran penerima manfaat. Implementasi pembagian sayuran dilakukan secara berkala, disertai edukasi tentang pola makan sehat. Evaluasi melalui wawancara dan diskusi reflektif bersama jemaat untuk mengukur efektivitas program. Hasil pengabdian menunjukkan kegiatan berhasil menunjukkan solidaritas sosial dalam komunitas gereja, mempererat hubungan antarjemaat, serta menumbuhkan kesadaran pola makan sehat. Program ini juga memberikan manfaat psikososial rasa memiliki dan keterlibatan jemaat dalam komunitas. Kegiatan ini berpotensi direplikasi sebagai model pembangunan sosial berbasis komunitas yang berkelanjutan.Â
Unduhan
Referensi
[2] A. Prasetia, D. Rahmawati, P. J. Septiani, R. L. Nurjunia, and S. E. Fitriani, “Membangun Solidaritas Sosial di Kampung Tenjolaya : Kearifan Lokal dan Gotong Royong,†in PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG, 2024, pp. 1–9. [Online]. Available: https://proceedings.uinsgd.ac.id/index.php/Proceedings
[3] U. R. Janah and M. Humaidi, FILANTROPI PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dalam Harmoni. Ponorogo: CV. Nata Karya, 2021.
[4] T. Fathoni, “Konsep Solidaritas Sosial dalam Masyarakat Modern perspektif Émile Durkheim,†JCD: Journal of Community Development and Disaster Management, vol. 6, no. 2, pp. 129–147, 2024, doi: 10.37680/jcd.v6i2.6402.
[5] Expose Timur, “Bakti Sosial KMK Universitas Patompo: Wujud Nyata Solidaritas dan Pengabdian di Gereja St. Martinus Laikang,†Expose Timur.com.
[6] A. M. Arif, “PERSPEKTIF TEORI SOSIAL EMILE DURKHEIM DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN,†Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, vol. 1, no. 2, pp. 1–14, Dec. 2020, Accessed: Feb. 26, 2025. [Online]. Available: https://moderasi.org/index.php/moderasi/issue/view/2
[7] Muryadi and A. Matulessy, “Religiusitas, Kecerdasan Emosi dan Perilaku Prososial Guru,†Jurnal Psikologi, vol. 7, no. 2, pp. 544–561, Aug. 2012, doi: https://doi.org/10.26905/jpt.v7i2.194.
[8] C. D. Pratama and S. Gischa, “Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow,†Kompas.com.
[9] P. E. Ningrum, S. M, S. E. Nursyamsi, and N. Siregar, “Faktor Terkait Kesenjangan Ekonomi dan Kesejahteraan,†PRIVE: Jurnal Riset-Akuntansi dan Keuangan, vol. 7, no. 2, pp. 116–126, Sep. 2024, [Online]. Available: http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/prive
[10] R. Oktavia, A. M. Natalia, T. Tabangke, J. R. Allo, and S. Pindan, “TRANSFORMASI KEADAAN SOSIAL ANGGOTA JEMAAT MELALUI PELAYANAN DIAKONIA JEMAAT,†HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, vol. 2, no. 2, pp. 277–286, Feb. 2024.
[11] M. Nainggolan, I. L. E. Hutauruk, R. A. L. Siantar, and R. P. Manik, “PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS DI KALANGAN MAHASISWA,†Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, vol. 7, no. 4, pp. 15090–15097, 2024.
[12] C. A. Palalangan et al., “BAKTI SOSIAL DAN SOSIALISASI PENDIDIKAN DI GEREJA TORAJA JEMAAT LONDOKADAWANG, DESA PANA, KABUPATEN ENREKANG,†Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services, vol. 1, no. 3, pp. 260–268, Dec. 2021, doi: 10.53363/bw.v1i3.29.
[13] C. F. Bella, “Gereja Terpanggil Menyuarakan Isu Sosial Melalui Pemimpin Gereja: Analisis Walter Rauschenbusch Terhadap Jabatan Kepemimpinan di Gereja,†EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, vol. 3, no. 2, pp. 140–152, Dec. 2022, doi: 10.47530/edulead.v3i2.110.
[14] A. Rahmat and M. Mirnawati, “MODEL PARTICIPATION ACTION RESEARCH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT,†AKSARA: Jurnal Pendidikan Nonformal, vol. 6, no. 1, pp. 62–71, Jan. 2020, [Online]. Available: http://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/AKSARA/index
[15] S. Sagala, “Pelayanan Mahasiswa KPK FISKOM UKSW di GBI Buksuling,†Kompasiana.com.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

