PEMASARAN JAMU MADURA SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA PADA KEGIATAN CAR FREE DAY (CFD) DI KABUPATEN PAMEKASAN
DOI:
https://doi.org/10.24269/adi.v9i2.10307Abstrak
Jamu tradisional Madura merupakan minuman herbal yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan telah digunakan secara turun-temurun. Namun, globalisasi dan meningkatnya persaingan dari produk kesehatan modern telah menyebabkan penurunan popularitas jamu, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan jamu tradisional Madura melalui pemasaran di acara Car Free Day (CFD) Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini melibatkan produsen jamu tradisional seperti BRB Hj. Sumiati yang aktif mempromosikan produknya di CFD. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan manfaat jamu kepada pengunjung, serta penjualan langsung di lokasi acara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup perencanaan strategi pemasaran, sosialisasi kepada masyarakat, penyuluhan manfaat jamu, dan pemasaran langsung di lokasi CFD. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan produk jamu, yang meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hari biasa. Pemasaran jamu di CFD juga membuka peluang dialog budaya antara produsen dan konsumen, di mana masyarakat bisa lebih memahami sejarah dan manfaat dari jamu yang mereka konsumsi. Pelestarian jamu tradisional melalui kegiatan ini tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga membantu menjaga identitas budaya lokal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa CFD merupakan platform yang efektif dalam memperkenalkan produk tradisional kepada masyarakat perkotaan dan memberikan dampak positif pada ekonomi produsen jamu skala kecil.
Unduhan
Referensi
A. B. S. N. H. Ekna Satriyati, "Pilihan Rasional Perempuan Madura Dalam Pemertahanan Tradisi Minum Jamu Di Kabupaten Bangkalan Dan Sumenep," Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, pp. 133-141, 2019.
Adriani and W. Pritasari, "Literarture Riview: Jenis dan Manfaat Jamu di Indonesia," Biology and Education Journal, Vol. 4 No. 1, 2024.
A. D. F. Harsa Wara Prabawa, "Mempertahankan Eksistensi Jamu Tradisional melalui Perubahan Desain Pengemasan dan Pemasaran," DEDIKASI: Community Service Report, p. 36, 2020.
A. I. Nurdin , Z. M. Amin, Z. A. Putri, A. W. S. Lestari and A. Fauzi, "Eksistensi Jamu Sebagai Minuman Tradisional di Dunia Penelitian Modern dan Potensinya Dalam Kajian In Silico," Seminar Nasional IV Universitas Muhammadiyah Malang, 2018.
D. L. Isnawati, "Minuman Jamu Tradisional Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Di Kerajaan Majapahit Pada Abad Ke-14 Masehi," AVATARA, 2021.
D. Y. Damara, "Analisis Dampak Kualitas Udara Karbon Monoksida (Co) Di Sekitar Jl. Pemuda Akibat Kegiatan Car Free Day Menggunakan Program Caline4 Dan Surfer (Studi Kasus: Kota Semarang)," Jurnal teknik lingkungan, Vol. 6, No. 1, p. 2, 2017.
M. Z. S. M. Hasan Syaifur Rizal, "Peran Car Free Day sebagai Strategi Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Mojokerto," Journal NOURIS, pp. 63-70, 2024.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

