MELEK INFORMASI SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL

YOLAN PRIATNA

Abstract


Abstrak. Melestarikan warisan budaya telah menjadi tugas anak cucu yang diwarisinya. Banyak cara telah dilakukan
untuk melestarikan warisan itu agar tidak hilang tergilas kemajuan jaman dan tergulung modernisasi. Pemahaman
informasi (literasi informasi) akan warisan budaya pun juga harus dilakukan dan diperkuat agar upaya yang telah
dilakukan sebelumnya berhasil dan menemui sasaran. Ponorogo yang dikenal sebagai kota reog tentu memiliki tugas
besar dalam melestarikan warisan budaya tersebut agar terus eksis. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui cara apa
saja yang telah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Ponorogo dalam pelestarian dan pendalaman informasi
mengenai warisan budaya (reyog) tersebut serta memberikan gambaran kepada pelaku informasi termasuk
pustakawan mengenai langkah yang dapat diambil guna terlibat aktif dalam upaya pelestarian budaya reyog. Adapun
dalam kajian ini akan menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan kualitatif dalam pengumpulan hingga
proses interpretasi data. Sehingga hasil yang diperoleh bisa menggambarkan dengan jelas dan mudah dipahami. Hasil
dari penelitian ini diketahui bahwa upaya pelestarian dan pendalaman informasi mengenai budaya lokal yang telah
dilakukan masyarakat dan pemerintah di lingkungan Kabupaten Ponorogo lebih banyak menggunakan kegiatan yang
mendatangkan massa dalam jumlah besar.

 

Kata kunci : Melek informasi, budaya, masyarakat

 

Abstract. Preserving the cultural heritage has become the task of the offspring it inherits. Many ways have been done
to preserve the inheritance so as not to be lost over the progress of time and rolled modernization. Understanding
information (information literacy) of cultural heritage must also be done and reinforced in order to make efforts that
have been done successfully and meet the target. Ponorogo is known as the city of reog certainly has a big task in
preserving the cultural heritage to continue to exist.. This study aims to find out what way has been done by the
community and the Government of Ponorogo in the preservation and deepening of information about the cultural
heritage (reyog) as well as provide an illustration to information actors including librarians about the steps that can be
taken to actively engage in efforts to preserve the culture of reyog. The study will use literature review method and
qualitative approach in collecting until data interpretation process. So the results obtained can illustrate clearly and
easily understood. The result of this research is known that the effort of preservation and deepening of information
about local culture which have been done by society and government in Ponorogo Regency mostly use activities that
bring mass in large amount.

 

Keywords: Information literate, culture, society


Full Text:

PDF

References


n C Mc Conville. 1991. A Heritage

Handbook. St. Leonard, Nsw: Allen &

Donnelly

Handayani, Fitri. 2016. Pelestarian Naskah Kuno

Minangkabau dalam Bentuk Katalogisasi

pada Badan Perpusakaan dan Kearsipan

Daerah (BPAD) Provinsi Sumatera Barat.

Medan : Departemen Studi Ilmu

Perpustakaan dan Informasi, Universitas

Sumatera Utara

Iman, Nurul (et.al). 2016. Strategi Pelestarian Dan

Pengembangan Reyog Ponorogo

(Perspektif Praktisi Dan Pemerhati Budaya

Ponorogo). Prosiding Seminar Nasional

Hasil-Hasil Penelitian 2016 : Bidang Agama

Islam, Budaya, Ekonomi, Sosial Humaniora,

Teknologi, Kesehatan, Dan Pendidikan.

Ponorogo : Unmuh Press.

Latuputty, Hanna . 2007. Penerapan Kemelekan

Informasi di British International School

Jakarta. Jakarta: APISI

Prasetiawan, Imam Budi. 2011. Keberaksaraan

Informasi (Information Literacy) bagi

SDMPengelola Perpustakaan di Era

Keterbukaan Informasi. Jakarta

Pratiwi, Annisa. 2013. Pelestarian Angklung

Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dalam

Pariwisata Berkelanjutan Di Saung

Angklung Udjo Bandung. Denpasar: Pps

Udayana.

Primadesi, Yona. 2010. Peran masyarakat local

dalam usaha pelestarian naskah-naskah

kuno paseban. Jurnal Bahasa dan seni vol.

no.2.

Safira, Firdan.____. Peran Perpustakaan Sebagai

Media Pelestarian Budaya.

https://www.academia.edu/10753917/Pera

n_Perpustakaan_Sebagai_Media_Pelestaria

n_Budaya (diakses tanggal 16 November

Sulistiyo-Basuki. 2010. Pengantar ilmu

perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Triwardani, Reny. Rochayanti, Christina. 2014.

Implementasi kebijakan desa budaya dalam

upaya pelestarian budaya lokal. Jurnal

Reformasi, no2, vol 4. Universitas

Tribhuana Tunggadewi.


Article Metrics

Abstract view : 180 times
PDF - 107 times

DOI: http://dx.doi.org/10.24269/pls.v1i2.720

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Publication Library and Information Science



Indexed By:

    

 

Similiarity checker:

Creative Commons License
Publis Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.