MELEK INFORMASI SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL

YOLAN PRIATNA* -  , Indonesia

DOI : 10.24269/pls.v1i2.720

Abstrak. Melestarikan warisan budaya telah menjadi tugas anak cucu yang diwarisinya. Banyak cara telah dilakukan
untuk melestarikan warisan itu agar tidak hilang tergilas kemajuan jaman dan tergulung modernisasi. Pemahaman
informasi (literasi informasi) akan warisan budaya pun juga harus dilakukan dan diperkuat agar upaya yang telah
dilakukan sebelumnya berhasil dan menemui sasaran. Ponorogo yang dikenal sebagai kota reog tentu memiliki tugas
besar dalam melestarikan warisan budaya tersebut agar terus eksis. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui cara apa
saja yang telah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Ponorogo dalam pelestarian dan pendalaman informasi
mengenai warisan budaya (reyog) tersebut serta memberikan gambaran kepada pelaku informasi termasuk
pustakawan mengenai langkah yang dapat diambil guna terlibat aktif dalam upaya pelestarian budaya reyog. Adapun
dalam kajian ini akan menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan kualitatif dalam pengumpulan hingga
proses interpretasi data. Sehingga hasil yang diperoleh bisa menggambarkan dengan jelas dan mudah dipahami. Hasil
dari penelitian ini diketahui bahwa upaya pelestarian dan pendalaman informasi mengenai budaya lokal yang telah
dilakukan masyarakat dan pemerintah di lingkungan Kabupaten Ponorogo lebih banyak menggunakan kegiatan yang
mendatangkan massa dalam jumlah besar.

 

Kata kunci : Melek informasi, budaya, masyarakat

 

Abstract. Preserving the cultural heritage has become the task of the offspring it inherits. Many ways have been done
to preserve the inheritance so as not to be lost over the progress of time and rolled modernization. Understanding
information (information literacy) of cultural heritage must also be done and reinforced in order to make efforts that
have been done successfully and meet the target. Ponorogo is known as the city of reog certainly has a big task in
preserving the cultural heritage to continue to exist.. This study aims to find out what way has been done by the
community and the Government of Ponorogo in the preservation and deepening of information about the cultural
heritage (reyog) as well as provide an illustration to information actors including librarians about the steps that can be
taken to actively engage in efforts to preserve the culture of reyog. The study will use literature review method and
qualitative approach in collecting until data interpretation process. So the results obtained can illustrate clearly and
easily understood. The result of this research is known that the effort of preservation and deepening of information
about local culture which have been done by society and government in Ponorogo Regency mostly use activities that
bring mass in large amount.

 

Keywords: Information literate, culture, society

Supplement Files

  1. n C Mc Conville. 1991. A Heritage
  2. Handbook. St. Leonard, Nsw: Allen &
  3. Donnelly
  4. Handayani, Fitri. 2016. Pelestarian Naskah Kuno
  5. Minangkabau dalam Bentuk Katalogisasi
  6. pada Badan Perpusakaan dan Kearsipan
  7. Daerah (BPAD) Provinsi Sumatera Barat.
  8. Medan : Departemen Studi Ilmu
  9. Perpustakaan dan Informasi, Universitas
  10. Sumatera Utara
  11. Iman, Nurul (et.al). 2016. Strategi Pelestarian Dan
  12. Pengembangan Reyog Ponorogo
  13. (Perspektif Praktisi Dan Pemerhati Budaya
  14. Ponorogo). Prosiding Seminar Nasional
  15. Hasil-Hasil Penelitian 2016 : Bidang Agama
  16. Islam, Budaya, Ekonomi, Sosial Humaniora,
  17. Teknologi, Kesehatan, Dan Pendidikan.
  18. Ponorogo : Unmuh Press.
  19. Latuputty, Hanna . 2007. Penerapan Kemelekan
  20. Informasi di British International School
  21. Jakarta. Jakarta: APISI
  22. Prasetiawan, Imam Budi. 2011. Keberaksaraan
  23. Informasi (Information Literacy) bagi
  24. SDMPengelola Perpustakaan di Era
  25. Keterbukaan Informasi. Jakarta
  26. Pratiwi, Annisa. 2013. Pelestarian Angklung
  27. Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dalam
  28. Pariwisata Berkelanjutan Di Saung
  29. Angklung Udjo Bandung. Denpasar: Pps
  30. Udayana.
  31. Primadesi, Yona. 2010. Peran masyarakat local
  32. dalam usaha pelestarian naskah-naskah
  33. kuno paseban. Jurnal Bahasa dan seni vol.
  34. no.2.
  35. Safira, Firdan.____. Peran Perpustakaan Sebagai
  36. Media Pelestarian Budaya.
  37. https://www.academia.edu/10753917/Pera
  38. n_Perpustakaan_Sebagai_Media_Pelestaria
  39. n_Budaya (diakses tanggal 16 November
  40. Sulistiyo-Basuki. 2010. Pengantar ilmu
  41. perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka
  42. Utama.
  43. Triwardani, Reny. Rochayanti, Christina. 2014.
  44. Implementasi kebijakan desa budaya dalam
  45. upaya pelestarian budaya lokal. Jurnal
  46. Reformasi, no2, vol 4. Universitas
  47. Tribhuana Tunggadewi.

Full Text: Supp. File(s):
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (86KB)    Indexing metadata
Article Info
Submitted: 2017-11-30
Published: 2017-11-30
Section: Articles
Article Statistics: 322 1010
Citation :