Membangun Wawasan Kebangsaan yang Religius Demi Mewujudkan Integrasi Nasional Melalui Pendidikan Kewarganegaraan

Bali Widodo* -  INSTITUT TEKNOLOGI.NASIONAL Bandung, Indonesia

DOI : 10.24269/jpk.v4.n3.2019.pp13-24

Ketidaksamaan dalam cara pandang setiap warga negara dalam memaknai keberagaman dalam konteks negara-bangsa Indonesia dapat menimbulkan persoalan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian tentang membangun wawasan kebangsaan yang religius melalui pendidikan kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif terhadap realitas yang ada dengan tujuan untuk mendapatkan kebenaran ilmiah yang alamiah dengan melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial dalam bentuk telaah kepustakaan dan pengamatan dari suatu peristiwa. Penelitian ini tidak berangkat dari suatu teori karena memang tidak untuk membuktikan suatu teori, yang ingin didapatkan bukan bagaimana yang seharusnya tetapi bagaimana adanya, sesuai gambaran nyata yang ada di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yang berwawasan kebangsaan yang berlandaskan pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa ini menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan yang ada dalam masyarakat Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri. Kesadaran warga negara bahwa negara ini dibangun atas perbedaan inilah yang kemudian dapat mewujudkan integrasi nasional.

building a religious nation insight for reaching national integration through education of citizenship. Inequality in the perspective of every citizen in interpreting diversity in the context of the Indonesian nation-state can lead to problems that lead to national disunity. This article aims to convey the results of research on building a religious national outlook through civic education. The research method used is a type of qualitative research that is descriptive of existing reality intending to obtain natural-scientific truth by interpreting social phenomena in the form of literature review and observation of an event. This research does not depart from theory because it is not to prove a theory, what is wanted is not how it should be but how it is, according to the real picture in society. The results showed that Citizenship Education with a nationalist vision based on the value of the Almighty God raised the awareness that differences in Indonesian society were gifts from God Almighty to be grateful for. Citizens' awareness that this country was built on this difference can then realize national integration.

Keywords
Citizenship Education, Nationality Insight, National Integration, Religious
  1. Buku
  2. Al-Kitab
  3. Al-Quran
  4. Aeni, A.N. (2018). “Pendidikan Nilai, Moral, dan Karakter”. Bandung: UPI Press.
  5. Al Muchtar, S. (2015). “Dasar Penelitian Kualitatif”. Bandung: Gelar Pustaka Mandiri.
  6. Budimansyah, D. (2010). “Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membangun Karakter Bangsa”. Bandung: Widya Aksara Press.
  7. Laku, S.K. (2012) “Pancasila Kekuatan Pembebas: Nilai Filosofis Sila I” Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
  8. Muhammad Amin, M. (2015). “Moral Pancasila Jati Diri Bangsa: Aktualisasi Ucapan dan Perilaku Bermoral Pancasila”. Yogyakarta: Calpulis.
  9. Notonagoro. (1980). “Pancasila Secara Ilmiah Populer”. Jakarta: Pantjuran Tudjuh.
  10. Suhady, I., Sinaga, AM. (2006). Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
  11. Jurnal
  12. Amirin, T.M. (2012). Implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. 1(1), pp: 1-16. DOI: https://journal.uny.ac.id/index.php/jppfa/article/view/1047
  13. Arifudin, I. (2007). Urgensi Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan INSANIA. 12(2), pp: 1-9. DOI: http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/insania/article/view/252
  14. Lestari, G. (2015). Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan Sara. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 28(1), pp: 31-37. DOI: http://training.um.ac.id/ojs/index.php/jppk/article/view/5437
  15. Martodirdjo, HS. (2008). Implementasi Pancasila Dalam Menumbuhkembangkan Wawasan Kebangsaan. Jurnal Ketahanan Nasional. 13(2), pp: 1-13. DOI : https://journal.ugm.ac.id/jkn/article/view/22127
  16. Saragih, E.S., (2018). Analisis dan Makna Teologi Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Konteks Pluralisme Agama Di Indonesia. Jurnal Teologi “Cultivation”. 2 (1), pp: 1-12. DOI: http://jurnal.stakpntarutung.ac.id/index.php/Jurnal-Teologi-Cultivation.
  17. Silaban, W. (2012). Pemikiran Soekarno tentang Nasionalisme. Jurnal Dinamika Politik. 1(3), pp: 1-6. DOI: file:///C:/Users/user/Downloads/1034-2924-1-PB%20(4).pdf
  18. Sofyan, F.S. dan Sundawa, Dadang. (2015). Hubungan mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Peningkatan Wawasan Kebangsaan Dan Semangat Nasionalisme Mahasiswa. JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) 24(2), pp: 185-199. DOI: https://ejournal.upi.edu/index.php/jpis/article/view/1455
  19. Tarigan, R.V. (2006). Multikulturalisme: Dari Lingkup Keluarga Hingga Media Massa. Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI. 2(1), pp: 40-42. DOI: https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33273986/
  20. Utami, P.S. dan Cahyono, H. (2017). Penanaman Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan Berbasis Wawasan Kebangsaan Pada Program Studi PPKn Universitas Muhammadiyah Ponorogo. JPE (Jurnal Pendidikan Edutama) 6(1), pp: 87-98 DOI : https://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/JPE/article/view/442
  21. Prosiding
  22. Utami, P.S. dan Cahyono, H. (2017, 28 Agustus). Model Pendidikan Berbasis Multikultural Pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Paper presented in: Seminar Nasional Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan III “Pendidikan Karakter di Era Teknologi Informasi Dalam Bingkai Multikultural. Retrived from http://eprints.umpo.ac.id/4602/

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-11-24
Published: 2019-11-29
Section: Artikel
Article Statistics: 108 73
Citation :