Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi sebagai Geostrategi Indonesia melalui Pendekatan Kesejahteraan

sudjana sudjana* -  Padjadjaran University, Indonesia

DOI : 10.24269/jpk.v4.n2.2019.pp1-10

Hakikat konsepsi ketahanan nasional di bidang ekonomi merupakan keuletan  bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat, karena itu kajian ini bertujuan untuk menentukan  pendekatan kesejahteraan terhadap ketahanan nasional sebagai geostrategi Indonesia melalui beberapa indikator.

Hasil kajian menunjukan ada 3 indikator penting dalam ketahanan nasional di bidang ekonomi melalui pendekatan kesejahteraan yaitu (1). Indikator Pendapatan; (2). Pendidikan, dan (3). Kesehatan. (1). Indikator pendapatan terkait jumlah dan pemerataan pendapatan  secara umum dapat menjadi indikator signifikan, meskipun bersifat subyektif sehingga berpengaruh positif terhadap ketahanan nasional dibidang ekonomi;(2). Indikator  pendidikan dalam jangka pendek berakibat negatif karena biaya yang dikeluarkan mengurangi tingkat kesejahteraan, tetapi dalam jangka panjang berakibat positif karena akan meningkatan taraf hidup sehingga  kualitas pendidikan merupakan indikator bagi ketahanan nasional di bidang ekonomi; (3).Indikator  kesehatan merupakan indikator  yang berpengaruh  positif terhadap ketahanan nasional di bidang ekonomi karena kualitas kesehatan memungkinan untuk bekerja  dengan kuantitas lebih banyak, sehingga mendapatkan penghasilan lebih untuk peningkatan taraf hidupnya

The essence of the Conception of National Resilience in the Economic Field as Indonesian Geostrategy through the Welfare Approac.

The essence of the conception of national resilience in the economic field is the tenacity of the Indonesian people to realize the welfare of all people, therefore this study aims to determine the approach to prosperity towards national security as Indonesia's geostrategy through several indicators. The results of the study show that there are 3 important indicators in national security in the economic sector through the welfare approach, namely (1). Income Indicator; (2). Education, and (3). Health. (1). Indicators of income related to the amount and equity of income in general can be a significant indicator, although it is subjective so that it has a positive effect on national resilience in the economic field; (2). Education indicators in the short term have a negative effect because the costs incurred reduce the level of welfare, but in the long run it has a positive effect because it will improve living standards so that the quality of education is an indicator of national resilience in the economic field; (3). Health indicators are indicators that have a positive effect on national resilience in the economic field because the quality of health makes it possible to work with more quantity, so that they earn more income to improve their standard of living

Keywords
National Resilience, Economy, Welfare
  1. Ambarwati, Dian, Insani. Dkk (2016). Kelayakan Pembiayaan Obligasi Daerah untuk Pembangunan Proyek Bus Rapid TRANS (BRT) Guna Menunjang Ketahanan Ekonomi Daerah (Studi Pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan). Jurnal Ketahanan Nasional. Volume 22 Nomor 3, pp: 267-284.
  2. Asmawi, Awing. (2018). Kesejahteraan Rakyat dan Implementasi Kebijakan Transportasi Laut di Jawa Barat. Temali: Jurnal Pembangunan Sosial. Volume 1 Nomor 1.
  3. Biro Pusat Statistik Indonesia. (2016). Indikator Kesejahteraan Rakyat: Ketimpangan Pendidikan di Indonesia).
  4. Depdiknas. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
  5. Dwisvimiar, Inge. (2011). Keadilan dalam Perspektif Filsafat Hukum. Jurnal Dinamika Hukum. Volume 11 Nomor 3
  6. Fahrudin, Adi. (2012). Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: Refika Aditama.
  7. Himaz, Rozana. (2006). Education and Household Welfare in Sri Lanka from 1985 to 2006. Washington, DC. U.S.A : University of Oxford.
  8. Joesoef, Daoed. (2014). Studi Strategi: Logika Ketahanan dan Pembangunan Nasional, Jakarta: Penerbit Buku KOMPAS.
  9. Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. (2014). Modul 3 Bidang Studi/ Materi Pokok Geostrategi dan Ketahanan Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Jakarta: LII.
  10. Miftahul Jannah (2016), Sofyan Syahnur Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah Vol 1 No. 2 November 2016, pp: 339-347.
  11. Muhammad, Farouk. (10/10/2018). Nasional, https://polmas. wordpress.com/ keamanan-nasional/
  12. Prathama, Rahardja. dan Manurung, Mandala. (2008). Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikro Ekonomi & Makro Ekonomi). Jakarta : LP FE-UI.
  13. Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
  14. Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang No. 36 tentang Kesehatan.
  15. Sulisworo, Dwi. (2012). Bahan Ajar: Geostrategi Indonesia. Hibah Materi Pembelajaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan & Universitas Ahmad Dahlan.
  16. Suryono, Agus (2014). Kebijakan Publik Untuk Kesejahteraan Rakyat, Transparansi. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi. Volume VI, Nomor 02, September 2014 ISSN 2085-1162.
  17. Susanto, Anthon, F. (2010). Keraguan dan ketidakadilan hukum (sebuah pembacaan dekonstruktif). Jurnal Keadilan Sosial, edisi I.
  18. Widyastuti, Astriana. (2009). Analisis Hubungan Antara Produktivitas Pekerja dan Tingkat Pendidikan Pekerja Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Jawa Tengah. hlm 4-5 file:///C:/ Users/kiki/ Downloads/ 472-Article%20Text-922-1-10-0121101.pdf
  19. Wulandari, Prisca, Kiki. (2017). Inovasi Pemuda Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Di Kampung Warna-Warni Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang). Jurnal Ketahanan Nasional. Volume 23 Nomor 3, pp: 300-319

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-02-05
Published: 2019-08-08
Section: Artikel
Article Statistics: 582 701
Citation :