Pengaruh Pendekatan Probing-Prompting Learning (PPL) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila

Dinie Anggraeni Dewi* -  Universitas Islam Nusantara, Indonesia

DOI : 10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp34-44

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan probing-prompting learning terhadap peningkatan tingkat kemampuan pemahaman nilai-nilai pancasila dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, serta mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan pendekatan probing-prompting learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di  SMP Negeri 18 Bandung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan analisis terhadap hasil  tes kemampuan pemahaman nilai-nilai pancasila diperoleh simpulan yaitu ada pengaruh pendekatan probing-prompting learning terhadap peningkatan tingkat kemampuan pemahaman nilai-nilai pancasila. Sedangkan berdasarkan analisis terhadap lembar angket diperoleh simpulan bahwa siswa merespon positif terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan pendekatan probing-prompting learning.

The Influence of the Probing-Prompting Learning (PPL) Approach on Increasing the Ability of Understanding Pancasila Values. Purpose in this research is to know influence of probing-prompting learning approach for increasing student’s vaules pancasila understanding ability in civic education learning and to know students respon for civic education learning with probing-prompting learning approach. The method used in this research is quasi experiment method, with research design non-equivalent control group design. This research done at junior high school 18 Bandung. Sample in this research is student VIII-3’s class as experiment class and VIII-4’s class as control. Based on analysis result values pancasila understanding ability test got conclusion that is the found influence of probing-prompting learning approach for increasing student’s vaules pancasila understanding ability. Meanwhile, based on quistionnarie analysis, conclusion can be drawnthat students respond positively towards civic education learning through probing-prompting learning approach

Keywords
Probing-prompting learning approach values pancasila
  1. Alma, Buchari. (2012). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung : Alfabeta.
  2. Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
  3. Borg dkk. (1983). Educational Research an Introductional. New York : Longman.
  4. Branson, dkk. (1998). Belajar Civic Education dari Amerika. Yogyakarta : LKIS
  5. Cogan, John & Ray Derricot. (1988). Citizenship Education For 21st Century; Setting the Contex. London : Kogan Page
  6. David Bourchier. (2007). Pancasila versi orde baru dan asal muasal Negara organis. Yogyakarta : Aditya Media
  7. Diasputri, Ajeng., Nurhayati, Sri., & Sugiyo, Warlan. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Probing-Prompting Berbantuan Lembar Kerja Berstruktur Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(1), 1103-1111
  8. Ghufron, M. N. & Risnawati, R. 2014. Teori-teori psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  9. Huda, M. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran Isu-Isu Metodis dan Pragmatis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
  10. Jacobsen, D.A. (2009). Methods for teaching: promoting student learning in k-12 classrooms. alih bahasa Achmad Fawaid & Khoirul Anam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  11. Kaelan. (2001). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta : Paradigma.
  12. Kaelan. (2007). Revitalisasi dan Reaktualisasi Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara dan Ideologi.Yogyakarta :: Lima
  13. Lexy, M. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosdakarya.
  14. Listono, Santoso. (2003). Konstruksi Ideologi Negara, Suatu Upaya Membaca Ulang Pnacasila. Yogyakarta : Ningrat.
  15. Majid, A. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
  16. Mahfudd, MD. (1998). Pancasila sebagai Paradigma Pembaharuan Tatanan Hukum. Jurnal Filsafat Pancasila, 2(2), 55-67.
  17. Muchtarom, M., Widodo, Susilo Tri., & Utomo. (2013). Strategi Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Inovasi Pembelajaran PkN Berorientasi Civic Knowledge, Civic Disposition, dn Civic Skills. Jurnal PPKn, 1(2), 152-174
  18. Mustafa, K. (1998). Pancasila dalam tinjauan Historis, Yuridis, dan Filosofis. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri.
  19. Ngalimun. (2012). Strategi dan model pembelajaran.Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
  20. Notonagoro. (1982). Beberapa hal mengenai Falsafah Pancasila. Jakarta : Pantjuran Tujuh.
  21. Pranarka. (1985). Sejarah Pemikiran Pancasila. Jakarta : CSIS.
  22. Rejekiningsih, dkk. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Pilar Kebangsaan di Perguruan Tinggi. Jurnal PPKN, 1(2), 187-198.
  23. Ruseffendi, E.T. (2010). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung : Tarsito.
  24. Sari, D. (2013). Pengaruh Penggunaan Strategi Writing From A Prompt dan Writing in Performance Task Terhadap Pemcahan Masalah Siswa SMP. Bandung : Tidak Diterbitkan
  25. Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung : Tarsito.
  26. Sugiono. (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).Bandung : Alfabeta
  27. Suherman, et.al. 2003. Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: JICA UPI.
  28. Suprijono, Agus. (2011). Cooeprative learning teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  29. Suryono H, dkk. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Pancasila dalam Menumbuhkan Kepribadian. Jurnal PPKn, 1(2), 207-218.
  30. Triastuti, R & Wijianto. (2013). Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Guna Mendukung Ketahanan Ideologi Kebangsaan. Jurnal PPKn, 1(2), 226-234.
  31. Ulya, H.,Masrukan& Kartono. (2012). Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Probing- Prompting Dengan Penilaian Produk. UJME, 1(1), 30-39
  32. Wahab, Abdul A & Sapriya (2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alphabeta.
  33. Warsono, dan Hariyanto. (2013). Pembelajaran Aktif Teori dan Assesmen. Bandung : Remaja Rosdakarya.
  34. Winkel.(1991).Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.
  35. Woolfolk, A. (2009). Educational psychology: active learning edition.Boston: Pearson Education

Full Text:
Article Info
Submitted: 2018-11-12
Published: 2019-01-29
Section: Artikel
Article Statistics: 101 61