Sosialisasi Konsep Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah Melalui Media di Lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah

Muhamad Salisul khakim* -  Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia
Medi Trilaksono Dwi Abadi -  Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia

DOI : 10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp1-11

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi media di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah dalam mensosialisasikan konsep negara Pancasila dalam sudut pandang Muhammadiyah, yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila. Secara spesifik, sosialisasi ini bermaksud untuk membangun pesrsepsi masyarakat terkait konsep “Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam di media-media sosial dan pendidikan, seperti Suara Muhammadiyah, Televisi Muhammadiyah, radio Muhammadiyah, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Data sekunder diperoleh dengan mencari studi literatur berupa buku, jurnal, dan dokumen-dokumen lain yang terkait dengan hubungan integrasi organisasi ini dengan negara Indonesia. Lokasi penelitian ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, karena merupakan pusat gerakan-gerakan Muhammadiyah dan merupakan representasi wilayah dari skala nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi tidak dijalankan secara terstruktur, namun setiap kegiatan yang telah dilakukan oleh media di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah tersebut mengandung unsur pembangunan kesejahteraan negara di berbagai aspek kehidupan, yang merupakan bagian dari konsep Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah

Socialization of the Pancasila State Concept as Darul Ahdi Wa Syahadah through Media at the Persyarikatan Muhammadiyah. This study aims to explain the media strategy in the Muhammadiyah community environment in disseminating the concept of the Pancasila state in the Muhammadiyah perspective, which is in line with Islamic values and does not conflict with the Pancasila ideology. Specifically, this socialization intends to build public perception regarding the concept of "Pancasila State as Darul Ahdi wa Syahadah". This study uses a qualitative approach, with primary and secondary data sources. Primary data is obtained by conducting observations and in-depth interviews on social media and education, such as Suara Muhammadiyah, Television Muhammadiyah, Muhammadiyah radio, including Muhammadiyah Higher Education and Muhammadiyah Central Leadership. Secondary data was obtained by looking for literature studies in the form of books, journals, and other documents related to the relationship of integration of this organization with the Indonesian state. The location of this research was conducted in the Special Region of Yogyakarta, because it was the center of the Muhammadiyah movements and was a regional representation of the national scale. The results of this study indicate that socialization is not carried out in a structured manner, but every activity carried out by the media in the Muhammadiyah community environment contains elements of state welfare development in various aspects of life, which are part of the Pancasila State concept as Darul Ahdi wa Syahadah

Keywords
Socialization Muhammadiyah State Pancasila Darul Ahdi Wa Syahadah
  1. Abdillah, Masykuri. 2011. Islam dan Dinamika Sosial Politik di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Adam dan Mona. 2016. Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah: Kolaborasikan Pemikiran Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi Wa Syahadah. Diunduh dalam http://www.muhammadiyah.or.id/id/news/print/6236/ pengajian-ramadhan-pp-muhammadiyah--kolaborasikan-pemikiran-
  3. Arif, Didik B. dan Aulia, Syifa S. (2017). Studi tentang negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah untuk penguatan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal Civics. 14(2), 206-217.
  4. Bayuni, Endi. (2010). Muhammadiyah, antara Gerakan Progresif atau Konservatif. MAARIF, 5(1), 54-60.
  5. Effendy, Bahtiar. 2011. Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta: Democracy Project.
  6. Moleong, L.J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  7. Muhtadi, Asep. (2010). Menakar Gerakan Pembaruan Muhammadiyah. MAARIF, 5(1), 43-53.
  8. Nashir, Haedar. 2007. Kristalisasi Ideologi dan Komitmen Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
  9. Nashir, Haedar. 2014. Ideologi Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
  10. Nawawi, Hadari. 2012. Metode Penelitian bidang Sosial. Yogyakarta: UGM Press.
  11. Sudhamek. (2010). Tantangan dan Rejuvenasi Peran Strategis Muhammadiyah. MAARIF, 5(1), 61-70.
  12. Ulber, Silalahi. 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditaman.
  13. Umar, Ahmad R. M. (2016). Dari ‘Negara Islam’ ke Politik Demokratis: Wacana dan Artikulasi Gerakan Islam di Mesir dan Indonesia. Jurnal Masyarakat & Budaya. 18(1), 1-18.
  14. __________. 2018. Islam yang Berkemajuan. Diunduh dalam http://tvmu.tv/genre/islam-yang-berkemajuan/

Full Text:
Article Info
Submitted: 2018-11-11
Published: 2019-01-29
Section: Artikel
Article Statistics: 217 151